Liputan6.com, London: Pemerintah Inggris menunda semua penerbangan sipil dengan rute Inggris ke Kenya, Afrika bagian selatan, dan sebaliknya. Kebijakan tersebut diputuskan di London, Inggris, mulai Kamis (15/5) hingga batas waktu yang belum ditentukan. Langkah ini diambil pemerintah Inggris menyusul laporan intelijen mereka yang memperkirakan anggota Al-Qaeda Fazul Abdullah Mohammed saat ini berada di Kenya.
Penerbangan pertama yang dibatalkan adalah penerbangan maskapai British Airways dari London menuju Nairobi, Kenya. Sedianya, pesawat itu berangkat dari Bandar Udara Heathrow, Inggris, kemarin. Pemerintah Inggris juga mengimbau warganya untuk tidak mengunjungi Kenya untuk sementara waktu.
Imbauan serupa juga dikeluarkan pemerintah Amerika Serikat. Apalagi, AS memang mencantumkan nama Fazul Mohammed dalam daftar paling dicari. Pasalnya, Fazul Mohammed disangka terkait dalam pengeboman gedung Kedutaan Besar AS untuk Kenya dan Tanzania pada 1998. Fazul Mohammed juga diduga terlibat dalam pengeboman hotel di Kenya, November silam [baca: Al Qaeda Belum Terbukti Terlibat Bom Kenya].(ZAQ/Nlg)
Penerbangan pertama yang dibatalkan adalah penerbangan maskapai British Airways dari London menuju Nairobi, Kenya. Sedianya, pesawat itu berangkat dari Bandar Udara Heathrow, Inggris, kemarin. Pemerintah Inggris juga mengimbau warganya untuk tidak mengunjungi Kenya untuk sementara waktu.
Imbauan serupa juga dikeluarkan pemerintah Amerika Serikat. Apalagi, AS memang mencantumkan nama Fazul Mohammed dalam daftar paling dicari. Pasalnya, Fazul Mohammed disangka terkait dalam pengeboman gedung Kedutaan Besar AS untuk Kenya dan Tanzania pada 1998. Fazul Mohammed juga diduga terlibat dalam pengeboman hotel di Kenya, November silam [baca: Al Qaeda Belum Terbukti Terlibat Bom Kenya].(ZAQ/Nlg)