Liputan6.com, Jakarta Elon Musk yang merupakan Bos X --sebelumnya dikenal Twitter-- baru saja mengunjungi Israel. Di sana, Elon Musk bertemu langsung Perdana Menteri Israel, yakni Benjamin Netanyahu.
Ada banyak hal yang dibahas dalam pertemuan itu, salah satunya dukungan Elon Musk terhadap aksi serangan Israel ke Jalur Gaza, Palestina. Dalihnya, Israel melenyapkan Hamas.
Advertisement
Dikutip dari kanal Tekno Liputan6.com, Elon Musk bersama dengan Benjamin Netanyahu mengunjungi lokasi Kibbutz di Kfar Aza.
Terlihat, keduanya mengenakan rompi antipeluru saat berjalan di lokasi yang hancur dalam serangan 7 Oktober dan menewaskan lebih dari seribu warga Israel. Elon Musk mengungkap rasa terkejut dirinya melihat keadaan lokasi pembantaian tersebut.
"Sangat mengejutkan melihat lokasi pembantaian, dan Israel tidak punya pilihan selain melenyapkan Hamas," kata bos X.com tersebut.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri Israel, kunjungan Elon Musk ini dilakukan pada hari keempat gencatan senjata antara Palestina-Israel.
Gencatan senjata ini diumumkan pada 23 November 2023. Selama gencatan senjata ini, baik pihak Palestina dan Israel setuju untuk melepaskan puluhan tawanan yang mereka tangkap sepanjang konflik Palestina-Israel.
Donasi ke Jalur Gaza
Terlepas dari dukungannya terhadap Israel untuk melenyapkan Hamas, Elon Musk membuat langkah yang seolah menepis kalau dirinya mendukung teori konspirasi antisemitik dan pro-Nazi.
Ya, Elon Musk membuat pernyataan kalau X Corp --nama baru Twitter-- akan mendonasikan pendapatan yang didapatkan jejaring sosial itu dari iklan dan langganan yang terkait dengan perang di Gaza kepada rumah sakit di Israel dan Palang Merah di Gaza.
Mengutip CBS News, Rabu (29/11/2023), langkah ini diambil sebagai responw terhadap kecaman yang semakin meningkat terhadap Elon Musk setelah miliarder itu menyatakan dukungan terhadap unggahan yang bersifat antisemitik di X alias Twitter.
"Kami akan melacak bagaimana dana itu dipakai dan melalui Palang Merah atau Bulan Sabit Merah. Kalau ada ide yang lebih baik, silakan. Kita harus peduli terhadap yang tidak bersalah, tanpa memandang ras, keyakinan, atau apa pun," kata miliarder tersebut di X alias Twitter.
Bantu Masa Depan Lebih Baik
Elon Musk sendiri kerap memakai jejaring sosial microblogging ini udah membagikan pandangan dan pencapaian perusahaan.
"Kita seharusnya melakukan segala yang kita bisa untuk membangun masa depan yang lebih baik untuk semua," kata dia.
Elon Musk tak menyebutkan berapa banyak pendapatan iklan X yang akan disumbangkan. Namun, langkah ini dilakukan setelah dukungan Elon Musk terhadap unggahan bersifat antisemitik mendapat kecaman dari kritikus dan kelompok, meliputi Liga Anti Pemfitnahan, sebuah kelompok advokasi yang berupaya melawan kebencian terhadap kaum Yahudi.
Dukung Teori Konspirasi Antisemit
Baru-baru ini Elon Musk menambah ketegangan dengan membuat postingan yang mendukung teori konspirasi antisemit, seperti yang diwartakan AP News, Senin (20/11/2023).
Sebuah laporan dari kelompok advokasi liberal Media Matters mengatakan, iklan dari Apple dan Oracle ditempatkan di samping postingan antisemit tersebut.
Tidak hanya itu, mereka juga menemukan iklan dari Amazon, NBA Mexico, NBCUniversal dan lainnya di samping tagar nasionalis kulit putih.
Perusahaan-Perusahaan Setop Iklan di X
Berkaitan dengan ini, IBM, NBCUniversal dan perusahaan induknya Comcast mengatakan minggu ini berhenti beriklan di aplikasi X setelah sebuah laporan mengatakan iklan mereka muncul bersamaan dengan materi yang memuji Nazi.
“IBM tidak menoleransi ujaran kebencian dan diskriminasi dan kami segera menangguhkan semua iklan di X sementara kami menyelidiki situasi yang sepenuhnya tidak dapat diterima ini,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.
Juru bicara Comcast dan NBCUniversal juga telah mengkonfirmasi pada Sabtu (18/11/2023) bahwa perusahaan tersebut telah “menjeda” iklan mereka di X.
Sementara itu, cabang eksekutif Uni Eropa mengatakan secara terpisah pada Jumat (17/11/2023) bahwa mereka menghentikan sementara iklan di X dan platform media sosial lainnya, sebagian karena meningkatnya ujaran kebencian.
Pada hari yang sama, Disney, Lionsgate dan Paramount Global juga mengatakan mereka menangguhkan atau menghentikan sementara iklan di X.
Meski beberapa perusahaan telah mengambil tindakan, sejauh ini Apple, Oracle dan Amazon tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait persoalan ini.