Smartfren Klaim Jaringan Internetnya Sudah Lancar Sejak Rabu Pagi

Jangkar kapal tanker minyak diklaim sebagai penyebab putusnya jalur kabel fiber optik tersebut. Kondisi ini diperparah akibat longsor yang merusak jaringan pendukung.

oleh Denny MahardyDiterbitkan 27 Maret 2013, 15:35 WIB
Layanan internet Smartfren beberapa hari lalu mengalami gangguan. Namun, Smartfren mengaku layanan datanya terganggu hanya untuk mengakses situs international.

"Akses yang mendapat gangguan hanya layanan data international. Layanan data yang mengakses situs lokal masih berjalan," ungkap Merza Fachys, Chief Technology Officer di Jakarta, Rabu (27/3/2013).

Jalur kabel fiber optik milik Smartfren yang putus pada hari Sabtu (23/3/2013) diakui Merza berada di sekitar pulau Bangka dan Batam yang menuju Singapura. Jangkar kapal tanker minyak diklaim sebagai penyebab putusnya jalur kabel fiber optik tersebut.

Gangguan dari jalur utama tersebut masih bisa ditanggulangi oleh back-up trans Sumatera yang ada di dua sisi, Timur dan Barat. Namun, beberapa jam kemudian jalur tersebut ikut terputus karena longsor di Palembang.

Operator CDMA ini pun berusaha melakukan pemulihan layanannya dengan menggandeng operator lain dan memperbaiki jalur miliknya. Hari ini, Rabu (27/3/2013), jalur internet internasional darat dan laut Smartfren diakui sudah kembali normal.

"Tadi malam sudah mulai normal. Tapi benar-benar pulih jam 8 tadi pagi," ucap Merza.

Ia mengaku perbaikan cepat yang berhasil dilakukannya merupakan sebuah keberuntungan. Sebab, saat ini hanya terdapat sekitar 80-an kapal yang bisa memperbaiki jalur laut yang tersebar di seluruh dunia.

Kebetulan terdapat sebuah kapal maintenance fiber optik yang sedang berada di sekitar Batam. Smartfren bisa meminta kapal tersebut untuk memperbaiki jalur kabelnya yang sedang bermasalah tersebut.

"Beruntung ada kapal yang sedang berada di sekitar lokasi gangguan. Biasanya kalau kita pesan perlu waktu lama," tuturnya.

Selain menjelaskan kronologis gangguan yang dialaminya Merza juga meminta maaf kepada pelanggannya yang terkena dampak gangguan layanannya.

(den)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya