Liputan6.com, Jakarta - ONE Fight Night 16 di Bangkok melahirkan dua raja baru di disiplin striking dan submission grappling. Salah satunya adalah Jonathan Haggerty.
Berlangsung Sabtu (4/11/2023) di Lumpinee Boxing Stadium, ONE Fight Night 16 menjadi saksi dari lahirnya Haggerty sebagai juara dunia dua olahraga berbeda usai menumbangkan raja MMA, Fabricio Andrade, di laga Kejuaraan Dunia ONE Bantamweight Kickboxing.
Advertisement
Dengan sangat meyakinkan "The General" sukses menjatuhkan sosok Andrade yang belum terkalahkan di menit 1:57 ronde kedua lewat bogem mentahnya. Kekalahan itu juga jadi yang pertama bagi Andrade sepanjang kariernya di ONE Championship.
Sejak awal Haggerty memang langsung tancap gas dengan kombinasi tinju keras yang jadi andalannya, sementara Andrade bermain lebih santai sambil sesekali melancarkan serangan balasan. Namun, jual beli serangan sempat terjadi di ronde pembuka.
Lanjut ke ronde dua, Haggerty kembali jadi pihak yang bermain menekan. Andrade pun tak tinggal diam, dan sempat memasukkan serangan lewat hook kanan keras yang masuk sempurna.
Hanya momen kemenangan berhasil diraih oleh Andrade lewat serangkaian kombinasi tinju keras yang berkali-kali masuk ke rahang Andrade. Puncaknya, sebuah pukulan straight kanan keras berhasil masuk dan menjatuhkan sang bintang MMA Brasil.
Melihat Andrade yang tersungkur dan kesusahan bangkit, wasit pun segera menghentikan jalannya laga dan memberi kemenangan untuk Haggerty. Sang bintang Inggris itu pun resmi menjadi penguasa dua disiplin, dan juga meraih bonus penampilan dobel senilai 100 ribu dolar AS atau hampir Rp1,6 miliar.
Tye Ruotolo Juara ONE Welterweight Submission Grappling
Di laga pendukung utama, Tye Ruotolo juga sukses merebut sabuk emas inagurasi ONE Welterweight Submission Grappling usai mendominasi grappler berbahaya asal Dagestan, Magomed Abdulkadirov.
Sejak awal ronde, keduanya langsung terlibat pertukaran jurus sebelum Tye sukses menjatuhkan lawannya ke atas kanvas. Sukses melancarkan takedown, sang bintang Amerika langsung mengincar kuncian kaki yang berhasil dihindari Abdulkadirov dengan penuh perjuangan.
Setelah itu Tye langsung kembali mengincar leher lawannya dengan berbagai kuncian seperti guillotine, rear-naked choke, hingga kombinasi. Walau harus diakui kalau kalau Abdulkadirov cukup tangguh, dan dapat bertahan hingga bel penutup.