Jokowi Minta Kepala Otorita IKN Rem Investasi Asing di Nusantara, Ini Alasannya

Persaingan penanaman modal di IKN terbilang ketat. Dia mengatakan, ada ratusan calon investor dari berbagai negara yang berminat investasi.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 01 November 2023, 19:15 WIB
Presiden Jokowi melakukan groundbreaking sejumlah infrastruktur di IKN Nusantara, seperti bandara VVIP, rumah sakit, hingga sekolah. (Foto: Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono untuk mendahulukan investor dalam negeri di wilayah IKN Nusantara. Salah satu tujuannya agar pengusaha dalam negeri memiliki porsi untuk membangun di IKN.

Dia menegaskan hal itu penting dilakukan untuk memberikan porsi bagi pengusaha dalam negeri di IKN. Mengingat lagi, sudah banyak investor luar negeri yang sudah menyatakan minat.

"Saya sampaikan kepada kepala Otorita, dahulukan dulu investor dalam negeri," ungkapnya dalam Groundbreaking proyek Pakuwon Nusantara, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (1/11/2023).

"Tapi kalau mentok dan sudah tidak ada, kita akan keluarkan jurus yang dari luar," sambungnya.

Kepala Negara mengatakan, persaingan penanaman modal di IKN terbilang ketat. Dia mengatakan, ada ratusan calon investor dari berbagai negara yang berminat investasi.

Diantaranya, Singapura, Korea Selatan, Jepang, hingga Uni Emirat Arab. Lagi-lagi, dia meminta Otorita IKN mendahulukan investor dalam negeri.

"Saya sampaikan kepada kepala Otorita, rem yang dari luar, berikan kesempatan, kalau bisa juga di joint-kan dengan yang dari dalam," ungkap Jokowi.

Dia menyebut, porsi ini perlu diperhatikan. Mengingat, karakter investor luar negeri yang biasanya menggarap lahan secara sendirian. Alhasil, dikhawatirkan pengusaha dalam negeri tak bisa dapat bagian.

"Sehingga zona-zona yang sudah kita rencanakan semuanya akan terisi. Tapi biasanya kalau yang dari luar, misalnya dari Uni Emirat Qrab, mintanya langsung satu blok. 'Ini satu blok untuk financial center kami yang garap total'. Terus nanti yang di dalam negeri mau dapet apa?" bebernya.

 

Jokowi Groundbreaking Bandara IKN

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam peninjauan tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Ad Interim Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono. (Foto: Dok. Sekretariat Presiden)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pentingnya Bandara Ibu Kota Nusantara atau Bandara IKN. Menurutnya, hadirnya bandara khusus ini akan meningkatkan daya saing dari IKN kedepannya.

"Saya yakin bandara IKN ini akan meningkatkan daya saing IKN, competitiveness," kata dia dalam momen peresmian, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (1/11/2023).

Melalui peningkatan daya saing itu, Bandara IKN juga bisa berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi. Tak berhenti disitu, pembangunan di IKN Nusantara juga bisa semakin cepat karena dukungan konektivitas udara.

"Mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendorong pengembangan potensi di daerah dan mengakselerasi pembangunan IKN yang sedang kita proses," urainya.

 

Dukung Mobilitas

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau proyek pembangunan Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (1/11/2023). Jalan tol tersebut akan menghubungkan Balikpapan ke kawasan IKN. (Foto: Dok. Sekretariat Presiden)

Dia mengatakan, Bandara IKN ini juga penting untuk mendukung mobilitas di IKN Nusantara. Apalagi kegiatan di IKN sudah semakin banyak.

"Kehadiran bandara ini sangat penting mengingat semakin padatnya kegiatan di IKN. Semakin banyaknya mobilitas orang dan juga barang dari dna menuju ke IKN," kata dia.

Lebih jauh lagi, bandara IKN ini akan menjadi bandara khusus untuk menopang konektivitas di ibu kota baru tersebut.

"Dan bandara IKN ini adalah bandara khusus yang digunakan untuk mendukung pelayanan kegiatan pemerintahana di IKN dan Mendukung konektivitas di Ibu Kota Nusantara," tegas Kepala Negara.

 

Bisa Layani Pesawat Besar

Dalam keterangannya seusai peninjauan, Presiden Jokowi menyebut bahwa pembangunan jalan tol tersebut akan memangkas waktu tempuh dari Balikpapan menuju IKN menjadi lebih singkat. Jika biasanya perjalanan dari Balikpapan menuju IKN memerlukan waktu 2 jam 15 menit, dengan hadirnya tol baru tersebut waktu tempuhnya menjadi sekitar 50 menit saja. (Foto: Dok. Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi memulai pembangunan Bandara Ibu Kota Nusantara (IKN). Sejumlah keunggulan pun disebutkannya.

Dengan desain kawasan dan landasan pacu (runway), Jokowi mengatakan Bandara IKN bisa digunakan oleh pesawat berbadan besar. 

"Bandara IKN ini memiliki luas 347 hektar dengan runway 3000x45 meter dan dapat melayani pesawat berbadan lebar, ini penting," ujarnya dalam momen peresmian, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (1/11/2023).

Infografis Siap-Siap Jakarta Ganti Nama Jadi DKJ Usai IKN Resmi Pindah. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya