Liputan6.com, Jakarta Tim Esports Indonesia Thorrad baru saja mencatatkan prestasi gemilang pada awal Oktober. Mereka sukses menyabet gelar juara Free Fire Master League (FFML) Season 8 2023 yang digelar di Jakarta pada Minggu (9/10/2023).
Kepastian tersebut didapat setelah Thorrad merajai klasemen dengan koleksi 117 poin. Hal itu juga sekaligus mengantar Said Khairiza dan kawan-kawan mengamankan tiket untuk berkompetisi di level lebih tinggi, yakni Free Fire World Series alias FFWS 2023.
Advertisement
Usut punya usut, ada tangan dingin mantan petinggi klub Liga 2 di balik keberhasilan Thorrad memetik kejayaan di FFML musim ini. Tim tersebut belum lama diakuisisi EMC Asia di bawah kepemimpinan Esti Puji Lestari yang cukup familiar dengan kancah sepak bola.
Adapun Esti dulunya merupakan Presiden Persijap Japara. Ia saat ini masih melanjutkan kiprah dalam bidang sepak bola melalui jabatannya di salah satu klub Tiongkok, sembari menangani tim esports Thorrad.
EMC Asia di bawah kepemimpinan Esti sendiri baru saja mengambil alih Thorrad—yang dulunya dikenal sebagai First Raiders— pada 2023. Setelah melakukan sejumlah perbaikan, Thorrad di bawah manajemen baru pun sukses meraih prestasi sekaligus mengamankan slot tampil di FFWS 2023.
Kisah Akuisisi Thorrad oleh Eks Presiden Persijap
"Kebetulan memang ada satu tim yang pada saat itu memerlukan support karena mau ditutup. Saya bilang, sayang sekali ini bakat-bakatnya mereka sangat bagus," ujar Esti menceritakan kisah akuisisi Tim Thorrad.
"Jadi saya minta izin suami dan suami juga kebetulan support, ayo katanya kita akuisisi. Setelah 6 bulan kita coba perbaiki, saya bilang suksesnya kita jalankan terus, apa yang sudah benar kita jalankan terus."
"Kalau ada yang kurang-kurang tolong bicara dengan saya. Mereka (tim) terbuka dengan segala masalah yang ada, dengan solusi, dan akhirnya kita juara Alhamdulillah," kata dia menambahkan.
Ogah Pentingkan Kemenangan
Kendati sudah berhasil meraih kejayaan bersama Thorrad, Esti menegaskan fokus utamanya selama menangani klub olahraga—tak terkecuali esports—bukanlah memetik kemenangan. Ia menilai proses pembangunan tim menjadi faktor yang lebih menarik saat memimpin skuad.
"Saya selalu ingin meng-create sebuah kesadaran bahwa kalau namanya olahraga itu bukan melulu tentang menang. Ini selalu jadi misi saya. Sepak bola atau olahraga yang lain dan esports itu bukan tentang kemenangan. Menang itu bonus," tutur Esti.