Liputan6.com, Jakarta Manchester United sekarang mengawali awal terburuk di Liga Inggris. Mimpi Erik ten Hag dengan cepat berubah menjadi mimpi buruk.
Kekalahan 0-1 dari Crystal Palace di Old Trafford, Sabtu (30/9/2023), membuat MU sudah kalah empat kali dari tujuh laga untuk kali pertama sejak 1989 silam. Ketika itu Sir Alex Ferguson harus menangkis protes penggemar untuk mempertahankan pekerjaannya.
Advertisement
Ketika itu, Man Utd finis di posisi ke-13 klasemen. Pada musim berikutnya, 1990/1991, Sir Alex Ferguson membawa Setan Merah mengakhiri kompetisi di peringkat keenam.
Ahli taktik asal Skotlandia itu kemudian membawa MU memenangkan 13 trofi Liga Inggris, lima Piala FA, dan dua trofi Liga Champions. Ferguson juga memberikan Man United Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub, serta lainnya sebelum pensiun pada 2013 lalu.
Tak ada tanda-tanda hal itu buat Erik ten Hag saat ini. Raksasa Inggris tersebut baru saja memberinya kontrak baru, namun ahli taktik asal Belanda itu harus menyelesaikannya dengan benar dan cepat.
Kemenangan 1-0 atas Burnley di Liga Inggris serta mengalahkan Crystal Palace 3-0 pada Carabao Cup telah menutupi beberapa keretakan besar di United. Tapi, kekalahan dari Palace tadi malam membuat Setan Merah terlempar ke posisi 10 dengan sembilan poin.
Pepatah lama bahwa klasemen tidak pernah berbohong telah teruji buat MU untuk saat ini. Wajar, jika Marcus Rashford dan kawan-kawan dicemooh para fans.
Tanggapan Erik ten Hag Atas Performa Manchester United
Manajer Manchester United Erik ten Hag mengatakan para fans punya hak untuk mengekspresikan diri atas performa timnya. "Kami harus mengalahkan tim seperti Palace, semua rasa hormat kepada mereka," kata ahli taktik asal Belanda itu seperti dikutip FotMob.
"Kami harus lebih konsisten, kami harus tampil lebih baik. Tidak ada alasan, kami harus menang. Kami harus menunjukkannya, bahkan dalam bahasa tubuh kami, Old Trafford adalah benteng dan kami telah menunjukkannya."
Tapi, mengapa MU tampil sangat buruk? Badai cedera yang tengah menerpat pasukan Ten Hag menjadi salah satu penyebabnya.