Liputan6.com, Jakarta Direktur Surabaya Survei Center (SSC), Mochtar W. Oetomo menilai koalisi pengusung Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto yang berganti nama jadi Koalisi Indonesia Maju (KIM) merupakan kubu yang pro terhadap keberlanjutan Presiden Joko Widodo (Jokowi). KIM menurutnya merupakan kubu yang berkomitmen penuh melanjutkan program dan kebijakan dari orang nomor satu di Indonesia tersebut.
“Ya jelas itu, kubu pro keberlanjutan, ini Jokowi banget,” kata Mochtar dikutip Minggu (3/9/2023).
Advertisement
Mochtar menambahkan, berubahnya nama KKIR menjadi KIM juga sama sekali tidak dipermasalahkan oleh Presiden Jokowi. Menurutnya, hal itu bisa dikatakan sebagai simbol-simbol politik KIM menjadi representasi mantan Gubernur DKI Jakarta itu mendukung Prabowo pada Pilpres 2024 mendatang.
“Pak Jokowi juga sudah berstatement tidak ada masalah nama kabinetnya dipakai sebagai nama koalisi, itu kan bahasa-bahasa simbolik dalam konteks politik elektoral,” ujar Mochtar.
“Yang bisa jadi itu juga ya publik sudah paham selama ini bahwa selain memberikan dukungan-dukungan simbolik kepada Ganjar, Pak Jokowi juga memberikan dukungan-dukungan simbolik kepada Pak Prabowo,” imbuhnya.
Bila dibedah dengan seksama, KIM terbukti berada di peringkat teratas pada survei yang diadakan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA periode 1 – 8 Agustus 2023. Dari survei tersebut, KIM berhasil memperoleh elektabilitas sebesar 39,0 persen, diikuti koalisi PDIP dengan 25,2 persen dan Koalisi Perubahan dengan 14,5 persen.
Dapat Dukungan Jokowi
Karenanya, Mochtar meyakini, KIM adalah koalisi yang pasti mendapatkan dukungan dari Presiden Jokowi. Hal itu bisa dilihat dari anggota yang berada di dalam KIM yang rata-rata merupakan anggota dari Kabinet Indonesia Maju.
“Kita tahu semua anggota koalisi Pak Prabowo, Airlangga, Zulkifli Hasan, itu kan anggota Kabinet Indonesia Maju,” ujar Mochtar.