Orang-orang menampilkan tarian "Eisa" sebagai bagian dari perayaan festival tahunan di Okinawa, Jepang, Selasa (29/8/2023). Anggota keluarga melakukan berbagai adat istiadat untuk menghormati arwah nenek moyang mereka yang menurut mereka "kembali" selama periode tiga hari yang disebut "Bon" dalam kalender lunar di wilayah Okinawa. (AP Photo/Hiro Komae)
Festival ini diakhiri dengan kontes menari "Eisa" di antara kelompok anak muda dari komunitas di seluruh Kepulauan Okinawa. (AP Photo/Hiro Komae)
Menurut Buddhisme Jepang, Obon (juga dikenal sebagai Bon, atau Festival Bon) pada bulan Agustus adalah waktu dalam setahun ketika orang mati mengunjungi orang yang masih hidup. (AP Photo/Hiro Komae)
Tarian Bon, atau Bon Odori , merupakan cabang dari kepercayaan ini, karena tarian diadakan untuk menyambut leluhur yang telah meninggal. (AP Photo/Hiro Komae)
Meski sebagian besar orang Jepang tidak terlalu religius, tarian Bon terus hidup, dan itulah mengapa bulan Agustus (biasanya) diisi dengan Festival Bon yang berlimpah. (AP Photo/Hiro Komae)
Bon Odori, artinya tarian Bon, adalah gaya tarian yang dilakukan selama Obon. Ini adalah hiburan rakyat, yang memiliki sejarah hampir 600 tahun. (AP Photo/Hiro Komae)
Awalnya merupakan tarian rakyat Nenbutsu untuk menyambut arwah orang meninggal, gaya perayaannya bervariasi dalam banyak aspek dari satu daerah ke daerah lain. Setiap daerah memiliki tarian daerah, serta musik yang berbeda. Musiknya bisa berupa lagu-lagu yang secara khusus berkaitan dengan pesan spiritual Obon. (AP Photo/Hiro Komae)