Presiden Rusia Vladimir Putin Tidak Dijadwalkan Hadiri KTT G20 di India

Putin juga tidak hadir dalam KTT G20 di Bali, Indonesia, pada 15-16 November 2022 dan pertemuan puncak BRICS di Afrika Selatan pekan ini.

oleh Benedikta Miranti T.VDiterbitkan 26 Agustus 2023, 20:00 WIB
Pidato Putin yang disiarkan televisi pada hari Senin adalah komentar publik pertamanya sejak pemberontakan bersenjata hari Sabtu (24/6/2023) yang dipimpin oleh pemimpin tentara bayaran Yevgeny Prigozhin. (Gavriil Grigorov, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

Liputan6.com, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin belum dapat dipastikan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di New Delhi, India pada 9-10 September 2023. 

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada Jumat (25/8/2023) bahwa agenda itu tidak ada dalam agenda Putin karena ia berkonsentrasi pada operasi militer khusus, yang disebut Kremlin sebagai perang Rusia melawan Ukraina.

Dilansir Al Jazeera, Sabtu (26/8), kemungkinan ada alasan lain yang membuat Putin tidak bisa bepergian. Pengadilan Kriminal Internasional telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Putin yang menuduhnya melakukan kejahatan perang di Ukraina, yang secara tegas dibantah Kremlin. 

Ini artinya, dia berisiko ditangkap saat bepergian ke luar negeri. Namun Peskov tidak menyebutkan surat perintah tersebut dalam komentarnya.

Putin juga tidak hadir dalam KTT G20 di Bali, Indonesia, pada 15-16 November 2022 dan pertemuan puncak BRICS di Afrika Selatan pekan ini. 

 

Harapan India

Jokowi kemudian menyerahkan palu kepemimpinan Presidensi G20 kepada Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi. (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

Dalam pertemuan bulan depan, negosiator KTT G20 Amitabh Kant mengatakan bahwa India berharap dapat membujuk para anggotanya untuk menemukan solusi damai terhadap masalah geopolitik dunia. 

Kant mengatakan G20 menginginkan pertumbuhan namun perang telah menciptakan "implikasi besar dalam hal perekonomian" dengan membawa tantangan terkait pangan, bahan bakar dan pupuk.

"Perang bukanlah ciptaan kita," kata Kant. "Tantangan kami adalah mengedepankan isu-isu pembangunan."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya