GAM Rencananya Menebar Bom di Medan

Andaikan saja tersangka peledakan di Medan, Sumut, tak tertangkap, di kota itu pasti akan meledak lebih banyak bom. Namun karena sejumlah tersangka tertangkap, rencana itu gagal total.

oleh Liputan6Diterbitkan 29 April 2003, 08:47 WIB
Liputan6.com, Medan: Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Medan-Deli rencananya akan meledakkan Kantor Bank Indonesia serta pusat-pusat perbelanjaan di Medan dengan tujuan mengacaukan kota. Namun penangkapan yang dilakukan polisi terhadap sejumlah peledakan bom di depan Kantor Walikota Medan dan di bawah pipa gas Pertamina, membuat rencana itu gagal. Rencana menebar bom di Kota Medan itu dikemukakan tersangka Patoha alias Ampon alias Tengku Abe Johan, Senin (28/4) [baca: Ledakan Bom di Medan untuk Mengacaukan Situasi].

Patoha mengaku sebenarnya ia tak menyetujui rencana pemboman tersebut, namun tak bisa mencegahnya. Menurut dia, dua buah bom yang meledak di halaman parkir Kantor Walikota, 31 Maret silam, seharusnya diledakkan di Kantor Bank Indonesia. Namun, rencana itu gagal karena saat tersangka Azhar Said dan tiga temannya akan menaruh bom, satuan pengamanan kantor terlihat sigap berjaga. Lantaran pengatur waktu sudah dihidupkan bom kemudian dibawa ke halaman parkir Kantor Walikota Medan.

Menurut Patoha yang mengaku sebagai penasihat pribadi Panglima GAM Medan-Deli Abdul Wahab, sejumlah aksi teror di Kota Medan juga dilakukan kelompoknya seperti pelemparan granat di Hotel ASEAN, peledakan granat di sebuah kantor kelurahan di Tanjungmulia dan rumah seorang warga di Belawan. Namun ia mengaku tidak tahu mengenai peledakan bom di sejumlah gereja di Medan pada malam Natal 2000.(YYT/Iyu dan Panogari Pangabean)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya