Liputan6.com, Washington D.C: Pihak Imigrasi dan Kepabeanan Amerika Serikat, Rabu (23/4), menyatakan telah berhasil menemukan dan menyita 15 lukisan, senjata berlapis emas, serta beberapa barang lain yang diperkirakan sebagai hasil jarahan di Irak dan diselundupkan ke AS. Sejumlah lukisan itu diduga diambil dari sebuah istana putra Saddam Hussein. Sedangkan senjata berlapis emas berasal dari fasilitas pemerintahan Irak. Disita pula sejumlah material lain seperti pisau, yang merupakan barang sisa perang.
Kebanyakan dari mereka yang tertangkap adalah para wartawan yang baru saja pulang ke AS setelah meliput perang Irak. Namun, untuk senjata pistol atau AK 47 yang ditemukan, diperkirakan dijarah oleh seorang anggota militer AS dan ketika ditemukan tengah dalam pengiriman ke sebuah pangkalan militer AS di Fort Stewart, Georgia.
Meski barang yang disita itu tidak ada satu pun yang merupakan barang antik dan kekayaan seni Irak--yang dilaporkan hilang dari Museum Nasional Irak--para pejabat AS menyatakan barang tersebut masih mempunyai nilai tinggi jika dijual di AS, terutama di pasar gelap [baca: Mengantisipasi Penjarahan, Warga Baghdad Memblokade Jalan].
Hingga kini, baru satu orang, yaitu Benjamin Jonshon, seorang ahli mesin dari kendaraan satelit Fox News, yang resmi dituntut dengan tuduhan menyelundupkan barang ke AS dan membuat pernyataan palsu kepada petugas kepabeanan. Beberapa orang lainnya yang tertangkap membawa barang tersebut kini tengah dalam tahap penyelidikan.(RSB/Uri)
Kebanyakan dari mereka yang tertangkap adalah para wartawan yang baru saja pulang ke AS setelah meliput perang Irak. Namun, untuk senjata pistol atau AK 47 yang ditemukan, diperkirakan dijarah oleh seorang anggota militer AS dan ketika ditemukan tengah dalam pengiriman ke sebuah pangkalan militer AS di Fort Stewart, Georgia.
Meski barang yang disita itu tidak ada satu pun yang merupakan barang antik dan kekayaan seni Irak--yang dilaporkan hilang dari Museum Nasional Irak--para pejabat AS menyatakan barang tersebut masih mempunyai nilai tinggi jika dijual di AS, terutama di pasar gelap [baca: Mengantisipasi Penjarahan, Warga Baghdad Memblokade Jalan].
Hingga kini, baru satu orang, yaitu Benjamin Jonshon, seorang ahli mesin dari kendaraan satelit Fox News, yang resmi dituntut dengan tuduhan menyelundupkan barang ke AS dan membuat pernyataan palsu kepada petugas kepabeanan. Beberapa orang lainnya yang tertangkap membawa barang tersebut kini tengah dalam tahap penyelidikan.(RSB/Uri)