Liputan6.com, Jakarta Kejadian yang melibatkan pedangdut Dewi Perssik dalam kasus kurban sapi yang menimbulkan kontroversi dengan Ketua RT menjadi viral dan menarik perhatian masyarakat. Hal ini pun ditanggapi beragam.
Salah satunya adalah pengacara Togar Situmorang. Menurut sang pengacara, apa yang dilakukan oleh Ketua RT tidaklah dapat dibenarkan.
Advertisement
"Tanggapan saya terkait kejadian tersebut sangat kritis. Sebagai seorang Ketua RT, seharusnya dia menjadi figur yang mengayomi dan menjadi panutan bagi masyarakat sekitarnya. Dewi Perssik tinggal di wilayah RT tersebut," kata Togar Situmorang kepada wartawan di Kafe Victoria, Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (30/6/2023) malam.
Menurut Togar, Dewi Perssik bermaksud melakukan kurban sapi dengan dana pribadinya dan menyumbang dagingnya kepada warga melalui RT. Namun, Ketua RT justru melakukan tindakan yang tidak menyenangkan, termasuk tuduhan yang tidak beralasan dan perilaku yang tidak pantas.
"Ketika dilakukan mediasi, Ketua RT terlihat sangat emosional," ungkapnya.
Sangat Disayangkan
Sebagai seorang praktisi hukum, Togar melihat perilaku seorang Ketua RT yang demikian sangat disayangkan.
"Tidak ada etika, adab, atau sopan santun dalam tindakannya, terutama terhadap seseorang yang berniat berderma pada Hari Raya Idul Adha untuk berkurban," paparnya.
Togar menegaskan bahwa perilaku Ketua RT yang memperlakukan Dewi Perssik dengan tidak sopan, seperti menunjuk-nunjuk dan membentak-bentak, adalah perilaku yang tidak pantas.
"Perilaku itu tidak beradab, tidak etis, dan tidak sopan santun. Kita adalah orang Indonesia, dalam musyawarah dan mediasi, kita seharusnya berhati baik dan menggunakan kata-kata yang lembut, tanpa sikap arogan seperti menunjuk-nunjuk atau membentak-bentak," tegas Togar dengan semangat.
Tidak Menyenangkan
Terkait sapi yang diambil atau tidak, Togar mengatakan bahwa hal tersebut hanya akibat dari kejadian yang tidak menyenangkan yang menimpa Dewi Perssik.
"Sebenarnya, saya mendukung apa yang dilakukan Dewi Perssik. Ini artinya dia berniat berkurban dengan tulus, tetapi orang yang ditunjuk sebagai pengelola tidak memperlakukan dengan baik. Lebih baik jika daging sapinya diberikan kepada tempat lain yang membutuhkan dan menerima dengan tangan terbuka, daripada menjadi sumber masalah," tegasnya.