Liputan6.com, Rembang: Ribuan peziarah dari berbagai kota memadati makam Raden Ajeng Kartini di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang, Jawa Tengah, Senin (21/4). Mereka menggelar doa bersama untuk mengenang peringatan ke-124 kelahiran pahlawan asal Jepara, Jateng, itu. Dalam peringatan Hari Kartini kali ini, Pemerintah Daerah Rembang juga menggelar wisata ziarah dengan menghadirkan tokoh masyarakat.
Kompleks makam RA Kartini sekarang ini telah menjadi daya tarik obyek wisata ritual karena sebagian besar keluarga Kartini dimakamkan di lokasi tersebut. Di lokasi ini, terdapat pula makam suaminya RMA Djoyodiningrat dan makam putra satu-satunya Raden Mas Susalit.
Peringatan kelahiran RA Kartini digelar di berbagai daerah dengan berbagai bentuk. Di Medan, Sumatra Utara, ratusan wanita menggelar aksi teatrikal di Taman Makam Pahlawan Medan. Teatrikal itu menggambarkan perjuangan kaum wanita di berbagai bidang. Dalam pernyataan sikapnya, para wanita ini mempertanyakan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat kecil, khususnya kaum perempuan.
Aksi serupa digelar ratusan perempuan di Bandung, Jawa Barat. Para wanita yang tergabung dalam Forum Solidaritas Perempuan itu mengisi Hari Kartini dengan berunjuk rasa. Mereka mendatangi Gedung Sate dan menyampaikan rasa prihatin atas kondisi bangsa saat ini, terutama berkaitan dengan meningkatnya harga berbagai macam kebutuhan hidup yang pada akhirnya hanya membebani ibu rumah tangga [baca: Wanita Bandung Mengisi Hari Kartini dengan Berdemonstrasi].(DEN/Yudi Sutomo dan Panogari Panggabean)
Kompleks makam RA Kartini sekarang ini telah menjadi daya tarik obyek wisata ritual karena sebagian besar keluarga Kartini dimakamkan di lokasi tersebut. Di lokasi ini, terdapat pula makam suaminya RMA Djoyodiningrat dan makam putra satu-satunya Raden Mas Susalit.
Peringatan kelahiran RA Kartini digelar di berbagai daerah dengan berbagai bentuk. Di Medan, Sumatra Utara, ratusan wanita menggelar aksi teatrikal di Taman Makam Pahlawan Medan. Teatrikal itu menggambarkan perjuangan kaum wanita di berbagai bidang. Dalam pernyataan sikapnya, para wanita ini mempertanyakan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat kecil, khususnya kaum perempuan.
Aksi serupa digelar ratusan perempuan di Bandung, Jawa Barat. Para wanita yang tergabung dalam Forum Solidaritas Perempuan itu mengisi Hari Kartini dengan berunjuk rasa. Mereka mendatangi Gedung Sate dan menyampaikan rasa prihatin atas kondisi bangsa saat ini, terutama berkaitan dengan meningkatnya harga berbagai macam kebutuhan hidup yang pada akhirnya hanya membebani ibu rumah tangga [baca: Wanita Bandung Mengisi Hari Kartini dengan Berdemonstrasi].(DEN/Yudi Sutomo dan Panogari Panggabean)