Presiden Susilo Bambang Yudhoyono petang ini mengundang Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto ke Istana. Pertemuan terakhir kedua tokoh ini pada Mei 2012 di Istana Tampak Siring, Bali, dalam rangka reuni alumni Akabri angkatan 1973.
"Ini membicarakan masalah negara karena pertemuan di Istana. Yang mengundang adalah Presiden, Kepala Pemerintahan dan tamunya adalah tokoh partai yang juga calon presiden," kata Sekjen Gerindra Ahmad Muzani dalam perbincangan dengan Liputan6.com, Senin (11/3/2013).
Muzani tak menampik pertemuan itu akan menimbulkan multi-tafsir dari banyak kalangan. Apalagi, kata Muzani, pertemuan SBY-Prabowo mendekati Pemilu 2014.
Muzani menilai ini adalah pertemuan biasa, Prabowo sebagai junior di militer kepada seniornya, SBY. "Tapi kalau ini dianggap serius ya tidak apa-apa. Artinya semakin dekat proses politik, sehingga bisa saja menimbulkan banyak tafsir," kata politisi yang juga Ketua Fraksi Gerindra ini.
Muzani menegaskan, SBY dan Prabowo merupakan dua sosok yang saling bersahabat. Meski Muzani yakin, pertemuan ini akan membicarakan solusi dari masalah-masalah yang terjadi di negeri ini. Rencananya, Prabowo akan didampingi Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon.
Dari berbagai survei, elektabilitas Prabowo Subianto terlihat stabil bahkan meningkat. Sebaliknya dengan Demokrat yang terus ditimpa prahara dan kasus. Apakah kondisi ini akan membuat Gerindra-Demokrat berkoalisi? "Kalau membicarakan 2014 atau tidak, tunggu saja nanti," jelas Muzani. (Ism)
"Ini membicarakan masalah negara karena pertemuan di Istana. Yang mengundang adalah Presiden, Kepala Pemerintahan dan tamunya adalah tokoh partai yang juga calon presiden," kata Sekjen Gerindra Ahmad Muzani dalam perbincangan dengan Liputan6.com, Senin (11/3/2013).
Muzani tak menampik pertemuan itu akan menimbulkan multi-tafsir dari banyak kalangan. Apalagi, kata Muzani, pertemuan SBY-Prabowo mendekati Pemilu 2014.
Muzani menilai ini adalah pertemuan biasa, Prabowo sebagai junior di militer kepada seniornya, SBY. "Tapi kalau ini dianggap serius ya tidak apa-apa. Artinya semakin dekat proses politik, sehingga bisa saja menimbulkan banyak tafsir," kata politisi yang juga Ketua Fraksi Gerindra ini.
Muzani menegaskan, SBY dan Prabowo merupakan dua sosok yang saling bersahabat. Meski Muzani yakin, pertemuan ini akan membicarakan solusi dari masalah-masalah yang terjadi di negeri ini. Rencananya, Prabowo akan didampingi Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon.
Dari berbagai survei, elektabilitas Prabowo Subianto terlihat stabil bahkan meningkat. Sebaliknya dengan Demokrat yang terus ditimpa prahara dan kasus. Apakah kondisi ini akan membuat Gerindra-Demokrat berkoalisi? "Kalau membicarakan 2014 atau tidak, tunggu saja nanti," jelas Muzani. (Ism)