Resmi Pensiun, Berikut Profil dan Prestasi Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic menyatakan pada hari Minggu (4/6/2023) waktu setempat bahwa ia telah memutuskan untuk mengakhiri karir sepak bolanya pada usia 41 tahun.

oleh Luthfa Arisyi SenapiDiperbarui 05 Juni 2023, 12:46 WIB
Pemain AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, memberikan isyarat cinta kepada ribuan suporter setelah memberikan pidato perpisahannya dari dunia sepakbola di San Siro, Senin (5/6/2023) dini hari WIB. (AP Photo/Antonio Calanni)

Liputan6.com, Jakarta - Zlatan Ibrahimovic menyatakan pada hari Minggu (4/6/2023) waktu setempat bahwa ia telah memutuskan untuk mengakhiri karir sepak bolanya pada usia 41 tahun.

Kontraknya bersama AC Milan sendiri akan berakhir pada akhir juni dan ia telah mengumumkan bahwa ia tidak akan memperbaruinya usai menjalani musim yang penuh dengan cedera.

“Waktunya telah tiba untuk mengucapkan selamat tinggal pada sepak bola.,” kata Ibrahimovic ketika berbicara di depan para penggemar Rossoneri di San Siro.

Striker asal Swedia itu lahir di Malmo pada 3 Oktober 1981. Ia lahir dari seorang ayah Muslim Bosniak, Sefik Ibrahimovic dan seorang ibu Katolik Kroasia, Jurka Gravic.

Ia mulai bermain sepak bola pada usia enam tahun, setelah menerima sepasang sepatu bola. Ia berganti-ganti klub saat itu antara FBK Balkan, Malmo BI dan BK Flagg dalam periode yang cepat. Namun, akhirnya Ibra menetapkan pilihannya untuk menimba ilmu di akademi klub kampung halamannya, Malmo FF.

Di awal masa remajanya, Ibrahimovic adalah pemain reguler untuk Malmo. Pada usia 15 tahun, ia hampir berhenti dari karir sepak bolanya agar bisa bekerja di dermaga. Namun, manajernya meyakinkan ia untuk terus bermain.

Akhirnya, atas kerja keras tanpa hentinya, Ibrahimovic dihadiahi promosi ke tim senior Malmo pada tahun 1999. Performa gemilannya sebagai ujung tombak tercium oleh klub-klub top Eropa seperti Arsenal dan Ajax. Ibra akhirnya memilih untuk pindah ke negeri kincir angin.


Awal Kebangkitan Karir

Zlatan Ibrahimovic bergabung bersama Ajax pada tahun 2001 hingga 2004 dan mengantarkan Ajax meraih juara pada tahun 2001/2002 dan 2003/2004. (AFP/Pascal George)

Ketika pertama bergabung dengan Ajax, Ibrahimovic kesulitan untuk mendapat menit bermain reguler. Namun, ketika akhirnya Ronald Koeman masuk sebagai pelatih menggantikan Co Andriaanse, barulah Ibra menjadi pilihan reguler sang pelatih.

Di musim pertamanya, striker jangkung itu berhasil memenangkan gelar Eredivisie. Musim berikutnya, Ibra mencetak dua gol dalam kemenangan 2-1 atas juara Prancis, Olympique Lyon dalam debutnya di Liga Champions pada 17 September 2002. Ia mencetak lima gol Liga Champions secara keseluruhan saat Ajax kalah dari AC Milan di perempat final.

Karir cemerlangnya di Belanda menghadiahinya kepindahan ke raksasa Serie A Juventus usai ditebus dengan mahar sebesar 16 juta euro. Di sana, ia berhasil memenangkan gelar liga, tetapi sayang akibat Calciopoli Scandal yang menimpa Juve, gelar tersebut harus dicabut serta mereka diturunkan ke Serie B.

Lanjut Baca:

Petualangan Ibra bersama Juventus pun harus berakhir di sini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya