Liputan6.com, Palembang: Sebanyak 12 pelacur dan waria dijaring di kawasan depan Kantor Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7) Palembang, Sumatra Selatan, baru-baru ini. Operasi yang dilakukan Kepolisian Kota Besar Palembang ini praktis membuat para pelacur dan waria tak berkutik.
Para wanita tuna susila dan waria ini mengaku berani mangkal di kawasan itu karena selain tempatnya gelap, aparat pemerintah daerah setempat juga jarang merazia. Mereka mengaku, memasang tarif Rp 25 ribu kepada para pelanggan. Setelah diperiksa di Kantor Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Palembang, mereka akan dimasukan ke panti di bina sosial. Tujuannya, agar mereka tak kembali berprofesi pelacur.(ZAQ/Ajmal Rokian dan Yanuar Ichrom)
Para wanita tuna susila dan waria ini mengaku berani mangkal di kawasan itu karena selain tempatnya gelap, aparat pemerintah daerah setempat juga jarang merazia. Mereka mengaku, memasang tarif Rp 25 ribu kepada para pelanggan. Setelah diperiksa di Kantor Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Palembang, mereka akan dimasukan ke panti di bina sosial. Tujuannya, agar mereka tak kembali berprofesi pelacur.(ZAQ/Ajmal Rokian dan Yanuar Ichrom)