Antam Bantu Petani Kolaka Optimalkan Produktivitas Kopi dan Kakao

Program Kebun Edukasi Kopi dan Kakao untuk Keberlanjutan Petani Sopura (SIPATUO) yang dilakukan sejak tahun 2021 ini merupakan upaya mempertahankan komoditas kopi dan kakao sebagai produk unggulan Kolaka.

oleh Liputan6.com diperbarui 31 Mei 2023, 17:08 WIB
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) bersinergi Bersama para petani kopi dan kakao membuat kebun edukasi dan pelatihan di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Dok: Antam

Liputan6.com, Jakarta PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berkomitmen meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaannya.

Salah satunya di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Antam bersinergi Bersama para petani kopi dan kakao membuat kebun edukasi dan pelatihan.

Sekretaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Alkadrie menyebut program ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan untuk dapat bertumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Program Kebun Edukasi Kopi dan Kakao untuk Keberlanjutan Petani Sopura (SIPATUO) yang dilakukan sejak tahun 2021 ini merupakan upaya mempertahankan komoditas kopi dan kakao sebagai produk unggulan Kolaka.

“Sejalan dengan Sinergi Berdaya, program ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan kemandirian petani di Desa Sopura mengingat kopi dan kakao adalah produk unggulan dari Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara,” katanya.

Melalui program pelatihan dan pendampingan yang dilakukan, Antam berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani terkait penanaman, peningkatan produktivitas tanaman kopi dan kakao, serta pemasaran.

“Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan para petani yang menjadi anggota kelompok yang tergabung dalam SIPATUO ini,” tambah Syarif.

Antam turut bersinergi dengan pemerintah daerah di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten Kolaka untuk bisa memaksimalkan sinergi peningkatan produktivitas kopi dan kakao di Kolaka. “Kami juga bekerjasama dengan kelompok pendamping program,” katanya lagi.

Hingga saat ini, sebanyak 1.267 pohon kopi dan 617 pohon kakao yang ditaman para kelompok tani yang terbagung di program SIPATUO.

Melalui program ini telah dibentuk kelompok wanita tani yang beranggotakan 12 orang, yang juga ikut berkontribusi untuk mengembangkan kopi dan kakao di Kolaka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya