Shane Lukas Menangis Saat Dibawa ke Kejaksaan Negeri Jaksel

Terlihat Shane Lukas mengenakan seragam tahanan berwarna oranye dengan tangan terikat kabel ties. Shane menudukan kepala dengan tangan bergetar dan menangis.

oleh Nila Chrisna YulikaAdy AnugrahadiDiperbarui 26 Mei 2023, 18:26 WIB
Kesedihan tampak dari wajah Shane Lukas Rotua Pangodian Lumbantoruan saat akan dibawa ke Kejaksaan Negeri Jaksel.

Liputan6.com, Jakarta Kesedihan tampak dari wajah Shane Lukas Rotua Pangodian Lumbantoruan. Dia adalah teman Mario Dandy Satriyo yang turut ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penganiayaan berat terhadap David Latumahina atau Cristalino David Ozora.

Momen kesedihan itu terpantau saat proses pemberangkatan dari Polda Metro Jaya ke Kejaksaaan Negeri Jakarta Selatan. Shane dibawa menumpangi mobil Polda Metro Jaya. Dia duduk di tengah diapit penyidik.

Terlihat Shane mengenakan seragam tahanan berwarna oranye dengan tangan terikat kabel ties. Shane menudukan kepala dengan tangan bergetar dan menangis.

Tak lama setelah itu, penyidik menutup pintu mobil. Bersama-sama penyidik diantarakan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam kasus penganiayaan berat terhadap David Latumahina atau Cristalino David Ozora, sebanyak 17 saksi fakta dimintai keterangan untuk tersangka Mario Dandy. Sedangkan untuk tersangka Shane ada 16 saksi fakta yang diperiksa.

Sementara itu, lima saksi ahli turut dimintai pandangan untuk perkara yang menimpa Mario Dandy Satriyo dan Shane. Salah satu saksi yang akan dimintai keterangan di persidangan adalah orangtua dari David, Jonathan Latumahina.

Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pun telah menunjuk tujuh jaksa untuk menangani perkara penganiayaan terhadap David Ozora dengan tersangka Mario Dandy Satriyo dan Shane Lukas Rotua Pangodian Lumbantoruan.Ketujuh jaksa itu yakni, Sandy Andika, I Gede Eka Hariana, Eka Widi Astuti, Maidarlis, Bayu Ika Perdana, Suryani, Hafis Kurniawan.

Dakwaan Mario Dandy dan Shane Lukas

Mario Dandy Satrio didakwa dengan dakwaan Premier Pasal 355 Ayat 1 KUHP junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Dakwaan Subsider Pasal 353 ayat 2 KUHP junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP atau ke 2 Pasal 76 C junto Pasal 50 ayat 2 Undang-Undang No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan Shane Lukas Rotua Pangodian Lumbantoruan didakwa dengan dakwaan Subsider ke satu pada Pasal 355 ayat 1 ke 1 KUHP Junto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

Kemudian, dakwaan Subsider Pasal 355 ayat 2 junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Selain itu, Shane Lukas Rotua Pangodian Lumbantoruan didakwa kedua Primere dengan Pasal 355 ayat 1 ke 1 KUHP junto 56 ke-2 KUHP.

Dan dakwaan Subsider Pasal 353 ayat 2 KUHP junto Pasal 56 ayat ke-2 KUHP. Terakhir, Pasal 76 C junto Pasal 50 ayat 2 Undang-Undang No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto Pasal 56 ke 2 KUHP.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya