Aqillah Ria Anjelina 2 Dekade Berkarya, Bawa Identitas Minang  ke New York

Aqillah Ria Anjelina bakal membawa karya-karyanya ke New York, Amerika Serikat.

oleh Aditia SaputraDiperbarui 14 Mei 2023, 10:18 WIB
Desainer Ria Anjelina bersama Indah Warsetio yang merupakan seorang fashion mentor, Diah Kusumawardhani, Founder Belantara Budaya Indonesia dan Dave selaku Pemerhati Budaya.

Liputan6.com, Jakarta Indonesia berpeluang besar menjadi kiblat fesyen muslim di dunia. Selain didukung dengan kekuatan pasar sebagai salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia juga sudah punya berbagai jenis industri fesyen yang berdaya saing global.

Modest fashion sesungguhnya merupakan tren busana bergaya santun dengan siluet longgar yang tidak memperlihatkan lekuk tubuh serta mengekspos terlalu banyak kulit pemakainya. Bisa dibilang, busana muslim merupakan bagian kecil dari modest fashion yang dilengkapi dengan hijab sebagai penunjangnya.

Tren busana tertutup nan santun tersebut mulai menyebar pada awal 90-an dan semakin menjamur setelah era 2000-an. Maraknya pasar modest fashion mulai terlihat saat terjadi krisis ekonomi di Eropa. Akibat krisis, penjualan busana konvensional mulai menurun, tetapi justru menjadi momen maraknya busana modest.  Momen tersebut kemudian dimanfaatkan para desainer fesyen untuk memproduksi dan mempromosikan busana muslim. 

Salah satu fashion desainer modest fashion dengan karya yang elegan, unik dan istimewa adalah Ria Anjelina. Wanita asal Bukittinggi ini, telah menekuni dunia fashion lebih dari 2 dekade. 

"Aku sudah berkarya lebih dari 23 tahun. Awalnya aku adalah pedagang yang sudah bergelut di dunia tekstil," ujar Ria Anjelina ditemui dalam gelaran press conference Fashion Talk & Presentation ‘Minang Langit Biru’ yang digelar di Jakarta Fashion Hub, Teluk Betung, Jakarta Pusat, Kamis (11/5/2023).

Melalui brand Aqillah Ria Anjelina yang baru hadir dalam 2 tahun terakhir ini, wanita yang akrab disapa Uni Ria ini menghadirkan modest fashion yang mengusung budaya Minang dalam setiap koleksi desain yang dibuatnya. 

"Aqilla berasal dari Bahasa Arab, yang artinya perempuan bijaksana. Karena itu, produk yang kami buat dengan detail untuk merepresentasikan kekuatan wanita melalui fashion," ungkap Uni Ria.

 


Memperkenalkan Brand

Desainer Ria Anjelina

Tema Minang Langit Biru jadi pilihan Ria Anjelina dalam memperkenalkan brand fashionnya ke khalayak umum. Apa pasalnya? “Kami ingin menggambarkan produk kami, dalam konteks budaya Minang hari ini. Kalau bahasa simpelnya, Minang kontemporer. Minang juga terkenal sebagai suku perantau. Produk kami menjelaskan tentang kekuatan Minang, determinasi Minang, keunggulan Minang. Meski dikenal sebagai suku pejuang, kami juga menyadari bahwa kolaborasi tetap dibutuhkan untuk kemajuan bersama,” tuturnya.

Lanjut Baca:

Aqillah Ria Anjelina hadir dengan tagline, yaitu Every Touch is Special. “Karena produk yang kami buat unik, dengan motif yang kuat menonjolkan budaya Minang. Bahan yang kami gunakan, selalu terpilih, berkualitas dan nyaman dipakai penggunanya,” tuturnya. “Jadi lewat Aqillah Ria Anjelina, aku menawarkan bukan lebih menarik dan lebih bagus, tapi lebih kepada ajakan kepada wanita Indonesia agar lebih percaya diri menggunakan brand lokal,” ucapnya tersenyum. Ragam produk Aqillah Ria Anjelina, mulai dari scarf, atasan tunik, kemeja, bawahan, dress, gamis, outer, set outfit, hingga mukena. Dengan brand Aqillah Ria Anjelina, Uni Ria ingin menunjukan bahwa wanita Indonesia itu independen dan mandiri. “Sebagai orang daerah, aku ingin bahwa karya yang kubuat tidak hanya dikenal secara nasional tapi juga internasional,” kisahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya