Liputan6.com, Jakarta Otorita Ibu Kota Nusantara (Otorita IKN) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan kerjasama berbagi pengetahuan, penelitian, dan pengembangan bersama Bank Pembangunan Asia, ayau Asian Development Bank Institute (ADBI).
MoU ini ditandatangani di Incheon, Korea Selatan oleh Kepala OIKN Bambang Susantono dan Dean and CEO ADB Institute Tetsushi Sonobe, pada Rabu (3/5/2023).
Advertisement
"Kerjasama dengan ADB Institute akan membantu kami dalam memperluas jaringan kerja sama dan meningkatkan kapasitas untuk mewujudkan Ibu Kota Nusantara yang cerdas dan berkelanjutan," kata Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, Kamis (4/5/2023).
Dean and CEO ADB Institute Tetsushi Sonobe, menyambut baik kerja sama ini. "ADB Institute siap memberikan dukungan dan berbagi pengalaman. Kami percaya bahwa kolaborasi ini dapat mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, inklusif, dan tangguh," imbuhnya.
Penandatanganan MoU ini menandai dimulainya kolaborasi bagi kedua belah pihak dalam memperkuat hubungan kerjasama strategis dalam bidang pengetahuan.
Adapun ruang lingkup kegiatan kerja sama ini seperti, organisasi dan co-sponsor dalam acara-acara bersama, lokakarya dan/atau fasilitasi kegiatan seperti peningkatan kapasitas dan pelatihan untuk mengatasi isu-isu pembangunan.
Kedua, mendorong penelitian tentang isu-isu strategis seperti menciptakan kota layak huni, tujuan pembangunan berkelanjutan, kesetaraan gender, pembangunan pedesaan dan ketahanan pangan, tata kelola dan kapasitas kelembagaan di tingkat sub-nasional, ketahanan bencana, perubahan iklim, dan lain-lain.
Ketiga, melakukan publikasi bersama, seperti publikasi jurnal akademik, buku, laporan, dan blog, serta kemungkinan keluaran e-learning, episode podcast, laporan, dan produk pengetahuan dan lainnya.
"Tak hanya itu, dalam perjanjian ini Otorita IKN dan ADB Institute akan berkolaborasi dalam hal pembiayaan yang berkaitan dengan berbagai kegiatan tersebut," pungkas Bambang.
Investasi Belum Bisa Diandalkan, Proyek IKN Nusantara Masih Bergantung APBN
Menteri Pekerjaan Umum dan Pembangunan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menekankan, pembangunan ibu kota baru atau IKN Nusantara sejauh ini belum bisa mengandalkan investasi.
Menurut dia, pada investor masih menunggu proses pembebasan lahan (land clearing) di area IKN. Sehingga dana pembangunannya masih 100 persen bertopang pada APBN.
"Belum, sekarang (dana bangun IKN Nusantara) baru APBN semua," ujar Menteri Basuki di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/5/2023).
Untuk pemasukan investasi, ia menambahkan, Badan Otorita IKN saat ini tengah merampungkan standar operasional prosedur (SOP) terkait hal tersebut. Di sisi lain, pemerintah pusat telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2023 tentang Izin Usaha, Kemudahan Berusaha, dan Fasilitas Penanaman Modal Bagi Pelaku Usaha di Nusantara.
"Peraturan Pemerintahnya sudah ada, tinggal bagaimana pelaksanaannya di Badan Otorita," imbuh Menteri Basuki.
Senada, Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja mengatakan, kedatangan investor baru di IKN Nusantara berada di bawah wewenang Badan Otorita IKN.
"Prinsipnya kan begini, investor sudah banyak yang minat. Tapi investor ini kan sama dengan kalau kita mau taruh uang. Kan semua juga begitu, kalau kita jadi investor kan posisi pasti wait and see," ungkapnya saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (2/5/2023).
Sembari menunggu investor, pemerintah disebutnya pasti akan menggelontorkan subsidi dulu melalui APBN.
"Tidak ada duluan di negara mana pun proses pemindahan negara itu investor dulu yang masuk, pasti government subsidi dulu. Kalau itu sudah, lihat keseriusan kesungguhan pemerintah, investor akan ikut," tegas Endra.
Pembangunan IKN Dipastikan Jalan Terus di Tengah Tahun Politik
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan terus berjalan sesuai rencana pemerintah di tengah tahun politik mendekati pelaksanaan Pemilu 2024.
“Lanjut (pembangunan IKN), bagi saya tak ada urusan ,” kata Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan melansir Antara di Jakarta, Jumat (28/4/2023).
Basuki mengatakan pemerintah juga terus meyakinkan kepada investor bahwa pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur pengganti Jakarta itu terus bergulir.
Kelanjutan pembangunan IKN Nusantara, ujar Basuki, sudah ditunjukkan pemerintah sejak wacana tersebut pertama kali bergulir.
Meskipun banyak pro kontra, namun pembangunan kota masa depan terus berlangsung hingga saat ini, di mana sudah memasuki pembangunan fisik sejumlah infrastruktur dan kantor pemerintahan.
“Dari dulu gitu kan, tapi tetap kita yakinkan saja. Memang sudah ada beberapa yang katanya masuk Letter of Intent (LoI),” kata dia.
Basuki juga telah menindaklanjuti keinginan investor melalui koordinasi dengan Otorita IKN. “Lewat saya sudah beberapa 'LoI' kita serahkan ke Otorita,” ujarnya.
Pemerintah, kata Basuki Hadimuljono, telah memiliki landasan hukum UU IKN berserta seluruh aturan turunan. Karena itu, investor diharapkan tidak ragu dengan keberlanjutan pembangunan IKN.