Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akhirnya mendeklarasikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (capres). Menariknya, pengumuman disampaikan sebelum hari Lebaran Idul Fitri.
Menganalisis hal itu, Pengamat Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago mengatakan tindak Megawati mengumumkan calon presiden satu hari menjelang lebaran berdampak positif terhadap citra Ganjar.
Advertisement
“Ganjar sebelumnya memperoleh stigma negatif karena menolak Israel dalam isu Piala Dunia U-20. Bakal mengkonversi sikap itu terhadap pemilih-pemilih religius. PDIP cukup jago mengelola isu,” tulis Arifki dalam pesan tertulis diterima, Minggu (23/4/2023).
Arifki meyakini, penolakan Ganjar terhadap Israel dalam ajang Piala Dunia U-20 yang berdampak negatif, dapat berubah dalam momentum hari raya idul fitri.
“Ini membawa pesan positif jika itu menjadi percakapan di masyarakat dan banyak keluarga", ujar Arifki.
Apalagi, lanjut Arifki, kehadiran Jokowi dalam deklarasi Ganjar sebagai capres menegaskan posisi King Maker tidak dia pegangnya. Sebab Jokowi saat itu tampil sebabai kader parpol yang ikut dengan keputusan partai.
“Pasca lebaran nanti, skema capres dan cawapres bakal lebih terang. Jika ini terjadi, maka bakal melahirkan 3 pasangan calon atau 2 calon. Dilihat komposisi kubu, 3 pasangan calon bakal menarik. Kubu PDIP, Koalisi Perubahan, dan KIB-KIR", Arifki menutup.
Diumumkan Megawati
Diberitakan sebelumnya, seiring Hari Kartini 21 April 2023, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri telah menetapkan Ganjar Pranowo sebagai capres PDI Perjuangan untuk Pemilu 2024. Megawati pun meminta kader partai terus bergotong royong dan menjaga nama baik PDI Perjuangan.
"Segera! kibarkan bendera banteng moncong putih nomor tiga di rumah kalian masing-masing, bukalah posko gotong royong dan jagalah bendera moncong putih nomor tiga sebagai lambang semangat dan energi perjuanganmu," pesan Megawati.