Liputan6.com, Jakarta - Polri mulai memetakan beragam potensi gangguan yang mungkin terjadi selama arus mudik lebaran 2023. Salah satunya pemetaan terkait daerah yang memiliki risiko rawan kecelakaan tinggi.
"Kita tahu bahwa cuaca cerah, arus padat, perjalanan jauh, itu punya risiko kecelakaan tinggi," kata Asops Polri Irjen Agung Setya kepada awak media, Jakarta, Jumat (14/4/2023).
Advertisement
Dari hasil pemetaan itu, Agung menggambarkan daerah yang memiliki potensi tinggi kecelakaan adalah Provinsi Jawa Timur, disusul Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
"Kita melihat bahwa dengan jumlah kecelakaan yang semakin jauh dari Jakarta artinya perjalanan mudik yang jauh itu punya potensi kecelakaan yang lebih tinggi," kata dia.
"Nah ini yang perlu kita antisipasikan yang saudara-saudara kita yang akan melaksanakan mudik kita harapkan bisa memanfaatkan rest area dan istirahat yang cukup. Agar tadi konsentrasi kita dan kewaspadaan kita untuk tidak sampai terjadi kecelakaan bisa dilakukan," tambah dia.
Agung menyampaikan, Polri juga akan secara berkala memberikan update kondisi, salah satunya cuaca yang telah bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Demikian juga kita terus mengikuti apabila ada informasi terkait dengan potensi gempa bumi atau yang segera kita bisa informasikan," kata Agung.
Amankan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2023, 148.126 Personel Gabungan Dikerahkan
Satgas Enam Humas Operasi Ketupat 2023 menggelar apel kesiapan arus mudik dan balik lebaran. Kegiatan ini dilakukan di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan.
Dalam kesempatan itu, Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengatakan, personel yang diterjunkan pada Operasi Ketupat 2023 mencapai 148.126. Jumlah tersebut gabungan dengan instansi atau stakeholder terkait.
"Untuk yang terlibat pengamanan pasukan ada 148.126 (personel) berarti cukup banyak ada posko pengamanan, ada posko pelayanan, ada posko terpadu yang semuanya itu ditempatkan pada tempat-tempat tertentu yang sudah dipilih oleh petugas dengan hasil pengalaman tahun yang lalu," kata Sandi, Rabu (12/4/2023).
Nantinya, ratusan ribu petugas gabungan tersebut akan disebar ke sejumlah lokasi seperti tempat ibadah, tempat wisata hingga rest area.
"Untuk bisa mengamankan di jalan raya, mengamankan tempat ibadah, mengamankan tempat objek vital lainnya, mengamankan tempat rest area, mengamankan tempat wisata yang sering dikunjungi oleh masyarakat. Jadi pada waktu mudik lebaran mereka pulang, kemudian melaksanakan salat Ied, ramah tamah sama keluarga berikutnya pasti akan datang ke tempat wisata dan sebagainya," jelasnya.
Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan, mereka yang terlibat untuk melakukan pengamanan dalam Operasi Ketupat 2023 ini seperti TNI, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan beberapa kementerian lain.
"Stakeholders terkait 55.818 personel berasal dari TNI, Menhub, Jasa Marga, Kementerian Kesehatan, Kemendag, Pelindo, Kemendagri, PUPR dan Kemenko PMK," jelas Ramadhan.
Dia mengatakan, objek yang dilakukan pengamanan ada 833 terminal, 666 lokasi pelabuhan, 210 lokasi bandara, dan 299 lokasi stasiun.
"Pusat perbelanjaan 4.446 lokasi, wisata 4.400 lokasi, masjid lokasi sholat Id 90.796 lokasi," pungkas dia.
Reporter: Bachtiarudin Alam
Sumber: Merdeka.com