Koalisi Besar, Bahlil Sebut Zulkifli Hasan Bisa Memimpinnya

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, menyebut kerja Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam mengontrol harga kebutuhan barang pokok telah teruji.

oleh Putu Merta Surya PutraDelvira HutabaratDiperbarui 10 April 2023, 00:17 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memenuhi janjinya mengajak Menteri Perdagangan sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan blusukan ke pasar. (Foto: Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) layak memimpin Koalisi Kebangsaan atau koalisi besar.

Salah satunya karena memiliki kinerja yang baik dan mendapat kepercayaan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Layak memimpin koalisi, ada kapasitas untuk itu. Bapak Presiden Jokowi juga sangat percaya dengan Bang Zulhas,” kata Bahlil saat menjadi narasumber dalam rilis survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) secara virtual, Minggu (9/4/2023).

Menurut dia, Zulhas yang juga menjabat sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) itu memiliki performa kerja yang baik. Dia mengapresiasi kinerja Zulhas dalam mengontrol gejolak harga bahan pokok di pasaran.

Sebagai contoh pada minggu ketiga bulan ramadan atau tepat menjelang Lebaran 2023 harga bahan pokok yang biasanya naik berhasil diturunkan dibandingkan 3 tahun lalu. Bahan pokok yang berhasil turun adalah gula pasir, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, cabai merah keriting, rawit merah, dan merah besar.

Misalnya, beras premium yang pada tahun 2020 Rp 12.500/Kg kini berada di harga Rp 12.400 Kg. Harga gula pasir yang pada tahun 2020 Rp 17.200/Kg kini di Minggu jelang Lebaran 2023 Rp 13.000-13.500/Kg.

Tak hanya itu, harga bahan pokok yang signifikan turunnya pada pertengahan ramadhan 2023 adalah minyak, cabai merah keriting, rawit merah, dan merah besar.

Harga cabai rawit merah yang tiga tahun lalu Rp 35.100/Kg kini berada pada Rp 25.000/KG. Harga bawang merah padatahun 2020 Rp 49.000/KG kini berada diangka Rp 30.00/Kg

“Zulhas juga teruji. Harga minyak goreng, waktu Bang Lutfi (mantan Mendag) diganti, harga migor tidak bisa dikendalikan. Zulhas masuk, harga migor terkendali,” kata Bahlil.

Selain itu, Bahlil menilai kinerja Zulhas turut berdampak kepada tingginya tingkat kepuasan publik atau approving rate terhadap kinerja Presiden Jokowi.

Dalam survei LSI menyebutkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja presiden pada April 2023 mencapai 76,8 persen. Hal tersebut salah satunya dilatarbelakangi oleh persepsi positif atas kondisi perekonomian nasional.

Menurut Bahlil, persepsi positif masyarakat ditunjang berkat kerja Zulhas selaku Mendag yang berhasil mengendalikan harga bahan pokok, khususnya selama Ramadhan dan jelang Lebaran.

 

 

 

Siap Jadi Motor Penggerak

Sekjen PAN Eddy Soeparno menegaskan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari upaya mewujudkan koalisi besar atau yang kini disebut koalisi kebangsaan, gabungan dari KIB dan KKIR.

"Pertemuan dengan Pak Prabowo dan Gerindra adalah tindak lanjut dari upaya PAN dan partai koalisi untuk mewujudkan koalisi kebangsaan seperti dalam pembicaraan sebelumnya di kantor DPP PAN," kata dia, seperti dikutip Minggu (9/4/2023).

Eddy menegaskan keseriusan PAN untuk mewujudkan koalisi kebangsaan untuk Pemilu 2024 nanti dengan menjadi penggerak.

"PAN siap menjadi motor penggerak koalisi kebangsaan di bawah bimbingan Pak Jokowi. Kami meyakini koalisi kebangsaan akan terwujud," kata dia.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini menyampaikan, PAN sudah memiliki kedekatan historis dengan Prabowo dan Gerindra karena pada Pemilu 2014 dan Pemilu 2019 selama 10 tahun mendukung Prabowo di Pilpres.

"Kerjasama PAN dengan Pak Prabowo dan Gerindra sudah berjalan selama 10 tahun dengan dukungan PAN dalam Pilpres 2014 dan 2019. Begitu juga saat ini sama-sama menjadi bagian dari koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf," jelas dia.

"Karena itu bagi PAN menjalin komunikasi serta kerjasama dengan Pak Prabowo dan Gerindra itu merupakan ikhtiar berkelanjutan yang telah dirajut sejak 2014,” pungkasnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya