Pengunduran diri kader dan pengurus bukan hal penting bagi Partai NasDem. Partai besutan Surya Paloh ini juga ingin membuktikan hal itu pada Pemilu 2014.
"Bagi kita, mereka (kader yang mundur) itu tidak penting. Silakan mundur atau silakan mau masuk ke NasDem," kata Sekjen DPP Partai NasDem Patrice Rio Capella di Kantor DPP NasDem, Gondangdia Lama, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2103).
Rio tidak tahu persis apakah gelombang pengurus dan kader yang keluar massal itu bersifat natural atau ada yang mendorongnya. Sehingga mereka angkat kaki dari parpol benomor urut 1 tersebut.
"Saya tidak tahu persis. Tapi akan kita lihat dan dibuktikan pada Pemilu 2014 nanti. Apakah gangguan-gangguan itu bisa mempengaruhi atau tidak," ujar Rio.
Ribuan pengurus dan kader Partai NasDem memang hengkang sejak CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo mundur dari jabatan Ketua Dewan Pakar Partai NasDem. Pengunduran diri itu lantaran tidak cocok dengan cara Surya Paloh mengambil alih kursi Ketua Umum NasDem dari Patrice Rio Capella. Sejumlah kader yang mundur juga kecewa atas kebijakan partai menempatkan kader baru dalam kepengurusan inti. (Sah)
"Bagi kita, mereka (kader yang mundur) itu tidak penting. Silakan mundur atau silakan mau masuk ke NasDem," kata Sekjen DPP Partai NasDem Patrice Rio Capella di Kantor DPP NasDem, Gondangdia Lama, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2103).
Rio tidak tahu persis apakah gelombang pengurus dan kader yang keluar massal itu bersifat natural atau ada yang mendorongnya. Sehingga mereka angkat kaki dari parpol benomor urut 1 tersebut.
"Saya tidak tahu persis. Tapi akan kita lihat dan dibuktikan pada Pemilu 2014 nanti. Apakah gangguan-gangguan itu bisa mempengaruhi atau tidak," ujar Rio.
Ribuan pengurus dan kader Partai NasDem memang hengkang sejak CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo mundur dari jabatan Ketua Dewan Pakar Partai NasDem. Pengunduran diri itu lantaran tidak cocok dengan cara Surya Paloh mengambil alih kursi Ketua Umum NasDem dari Patrice Rio Capella. Sejumlah kader yang mundur juga kecewa atas kebijakan partai menempatkan kader baru dalam kepengurusan inti. (Sah)