Liputan6.com, Jakarta PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir kembali mengagendakan sarasehan sepak bola pada 19 Maret mendatang. Kali ini, federasi sepak bola Tanah Air berencana menggandeng Asosiasi Provinsi (Asprov).
Seperti diketahui, PSSI sebelumnya sudah menggelar sarasehan dengan klub Liga 1 dan Liga 2 di Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (4/3/2023) lalu.
Advertisement
Dalam agenda tersebut, tim-tim yang terlibat menyepakati adanya perubahan format pelaksanaan Liga 1 serta penyesuaian kuota pemain asing di tiap-tiap skuad.
Di samping itu, PSSI bersama perwakilan klub juga berencana melakukan pengaturan jadwal guna mengurangi irisan waktu pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2 musim depan.
Adapun setelah ini, Erick Thohir bersama jajarannya bakal berfokus mengadakan diskusi dengan Asprov PSSI. Rencana tersebut disampaikan langsung oleh ketua umum PSSI saat memberi keterangan pers di GBK Arena, Senayan, Jakarta pada Jumat (10/3/2023).
“Tanggal 19 (Maret) nanti ada sarasehan sama Asprov-Asprov, ya, karena di bawah Asprov itu ada yang namanya pembinaan. Ada Piala Soeratin, Piala Pertiwi, semua nanti (dibahas pada) tanggal 19,” ungkap Erick kepada awak media.
Agenda Padat PSSI
Sekadar informasi, PSSI memang memiliki agenda padat mulai Maret ini. Erick Thohir selaku nakhoda federasi bakal melakukan kunjungan langsung ke stadion-stadion Piala Dunia U-20 2023 pada Sabtu (11/3/2023).
Agenda tersebut diawali di Sumatera Selatan dan Bandung, diikuti Solo, Bali, Jawa Timur, hingga Jakarta. Adapun tujuan diadakannya kunjungan ialah untuk memastikan kesiapan venue jelang audit ulang oleh FIFA pada 21-27 Maret.
Setelahnya, Erick Thohir bersama sejumlah anggota komite eksekutif (exco) PSSI akan bertolak ke Rwanda pada Senin (13/3/2023). Mereka dijadwalkan menghadiri rapat FIFA hingga tanggal 17 Maret.
“Besok saya mau pergi ke Sumsel, Bandung; lalu Solo, Bali. Senin ke Jawa Timur, terus Jakarta,” paparnya saat memberi keterangan pers di GBK Arena, Jumat (10/3/2023).
“Di masing-masing kunjungan, saya akan didampingi oleh tim, termasuk Pak Menpora, dan tim dari Menteri PUPR. (Kunjungan ini) untuk memastikan penyelesaian-penyelesaian yang tertunda dari lapangan-lapangan yang akan dipergunakan untuk U-20.”