Demi menghindar dari perangkap degradasi, Vasquez sekurang-kurangnya harus meraih lima angka untuk melewati 20 poin yang dikantongi tim peringkat ke-18, Celta Vigo. Di hadapan Vazquez, 58 tahun, masih terbentang sisa 42 poin tersisa di 14 laga.
Vasquez sudah menjalani debutnya dengan kekalahan 3-1 di kandang Sevilla, akhir pekan lalu. Di depan mata, laga berikutnya lebih berat karena lawan yang mereka hadapi adalah raksasa dari ibukota, Real Madrid. Vasquez butuh "keberuntungan pesakitan" untuk bisa melewati tantangan melawan klub sekelas Madrid.
Laga perdelapan final Liga Champions antara AC Milan dan Barcelona ternyata menjadi inspirasi Vasquez. Menurutnya, taktik yang dilakukan Milan saat menaklukkan Barcelona 2-0 di San Siro, Rabu (20/2/13), bisa diterapkan untuk menahan gempuran lini depan Madrid. Itu berarti, Vasquez tak menginginkan hasil imbang. Mantan pelatih tim nasional Galisia, Celta Vigo, Real Valladolid, dan Rayo Vallecano, itu, ingin memuaskan publik Riazor dengan raihan tiga angka.
"Bagaimana bermain melawan Madrid? Sangat gampang. Seperti yang dilakukan Milan terhadap Barcelona kemarin. Anda harus menghentikan mereka. Madrid bermain secara tim dan Anda harus menghadapinya satu lawan satu," kata Vasquez.
Dari sisi mental, keberadaan pasukan Galisia di dasar klasemen akan memberikan semangat berbeda. Vasquez yakin, mengalahkan Madrid dengan status tim terbawah klasemen di hadapan pendukung sendiri akan menjadi kenangan tak terlupakan di musim ini. "Ini akan menjadi ekstra-motivasi bagi tim. Keinginan mengalahkan Madrid lebih besar ketimbang melawan tim papan tengah," kata Vasquez.
Vasquez juga tidak sedang kesulitan dengan stok pemain di ruang ganti. Ia sudah bisa memasang pasangan bek dan gelanda