Melawan Madrid dengan Taktik Milan-Barca

Secara umum, pekan ini Madrid sedang tidak terganggu oleh "kegenitan" media massa. Dengan situasi itu, Madrid akan bermain lepas.

oleh ervin.kumbangDiterbitkan 23 Februari 2013, 04:59 WIB
Tugas berat itu akhirnya dibebankan kepada seorang guru bahasa Inggris. Fernando Vasquez, guru bahasa Inggris di Lalin, Galisia, Spanyol, ditunjuk sebagai pelatih ketiga sepanjang musim ini untuk mengangkat Deportivo La Coruna dari dasar klasemen sementara. Jelas bukan tugas mudah mengingat Blanquiazules baru meraih 16 angka dari 24 laga yang sudah berjalan di La Liga.

Demi menghindar dari perangkap degradasi, Vasquez sekurang-kurangnya harus meraih lima angka untuk melewati 20 poin yang dikantongi tim peringkat ke-18, Celta Vigo. Di hadapan Vazquez, 58 tahun, masih terbentang sisa 42 poin tersisa di 14 laga.

Vasquez sudah menjalani debutnya dengan kekalahan 3-1 di kandang Sevilla, akhir pekan lalu. Di depan mata, laga berikutnya lebih berat karena lawan yang mereka hadapi adalah raksasa dari ibukota, Real Madrid. Vasquez butuh "keberuntungan pesakitan" untuk bisa melewati tantangan melawan klub sekelas Madrid.

Laga perdelapan final Liga Champions antara AC Milan dan Barcelona ternyata menjadi inspirasi Vasquez. Menurutnya, taktik yang dilakukan Milan saat menaklukkan Barcelona 2-0 di San Siro, Rabu (20/2/13), bisa diterapkan untuk menahan gempuran lini depan Madrid. Itu berarti, Vasquez tak menginginkan hasil imbang. Mantan pelatih tim nasional Galisia, Celta Vigo, Real Valladolid, dan Rayo Vallecano, itu, ingin memuaskan publik Riazor dengan raihan tiga angka.

"Bagaimana bermain melawan Madrid? Sangat gampang. Seperti yang dilakukan Milan terhadap Barcelona kemarin. Anda harus menghentikan mereka. Madrid bermain secara tim dan Anda harus menghadapinya satu lawan satu," kata Vasquez.

Dari sisi mental, keberadaan pasukan Galisia di dasar klasemen akan memberikan semangat berbeda. Vasquez yakin, mengalahkan Madrid dengan status tim terbawah klasemen di hadapan pendukung sendiri akan menjadi kenangan tak terlupakan di musim ini. "Ini akan menjadi ekstra-motivasi bagi tim. Keinginan mengalahkan Madrid lebih besar ketimbang melawan tim papan tengah," kata Vasquez.

Vasquez juga tidak sedang kesulitan dengan stok pemain di ruang ganti. Ia sudah bisa memasang pasangan bek dan gelanda
Lanjut Baca:

ng yang dipinjam dari Sporting Lisbon, Evaldo Fabiano dan Andre Santos. Mantan bek tim nasional Spanyol, Carlos Marchena, juga bisa diturunkan untuk menancapkan mental pemain Super Depor.Sebaliknya, Madrid bakal berkunjung ke Riazor tanpa dua pilarnya, Karim Benzema dan Xabi Alonso. Keduanya harus diistirahatkan karena sedang menjalani pemulihan. Alasan lainnya tentu saja untuk melakukan rotasi menjelang jadwal padat menghadapi Barcelona dua kali dalam lima hari, pekan depan.Di lini belakang, Madrid juga pincang karena bek andalan Sergio Ramos tak bisa dimainkan. Kartu merah yang diterimanya dalam derby melawan Rayo Vallecano, akhir pekan lalu, membuat Ramos harus rela menyaksikan timnya dari luar lapangan. Untuk mengisi posisi Ramos, pelatih Jose Mourinho mungkin memainkan Raul Albiol atau Raphael Varane menemani Pepe sebagai palang pintu.Bek Madrid, Pepe, mencatat nama Riki di kubu La Coruna sebagai sosok yang harus diawasi. Pepe tidak akan lupa, dalam pertemuan pertama di Santiago Bernabeu, 30 September 2012, Riki membobol gawang Madrid lebih dulu di menit ke-15. Di bawah sorak-sorai suporter Riazor, kenangan itu akan kembali menghinggapi pemain La Coruna."Kami kebobolan melalui gol Riki. Tapi kekuatan mereka adalah hubungan antara pemain dan suporter. Mereka sangat termotivasi mengalahkan Madrid," kata bek asal Portugal itu. Secara umum, pekan ini Madrid sedang tidak terganggu oleh "kegenitan" media massa. Sejumlah pemain seperti Xabi Alonso dan Iker Casillas memanfaatkan situasi "dingin" ini untuk memberi tahu publik tak ada konflik di timnya seperti yang dikabarkan media massa belakangan ini. Dengan situasi itu, Madrid akan bermain lepas. Seperti biasa, target tiga angka tetap menjadi kewajiban bagi Los Blancos.Untuk urusan konsistensi, Madrid sedang bersusah-payah mengembalikan kebiasaan memenangkan pertandingan seperti yang mereka tunjukkan di musim-musim sebelumnya. Di La Liga, kekalahan 1-0 di markas Granada di pekan ke-23 dijawab dengan dua kemenangan beruntun atas Sevilla (4-1) dan Rayo Vallecano (2-0).Yang lebih penting, laga kontra La Coruna akan menjadi pemanasan sebelum menghadapi Barcelona di semifinal kedua Piala Raja, Selasa (26/2/13) atau Rabu dini hari wib. Menang di Galisia akan menghindarkan Madrid dari cercaan media massa. Dengan demikian, El Real bisa melangkah dengan mantap untuk menyambut tantangan El Barca di Camp Nou. (M/Def)Prakiraan skuatDeportivo La Coruna: 4-2-3-1AranzubiaSilvio, Kaka, Marchena, AyozeAguilar, BergantinosGama, Valeron, PizziRikiPelatih: Fernando VazquezReal Madrid: 4-2-3-1LopezCoentrao, Albiol, Pepe, ArbeloaModric, KhediraRonaldo, Ozil, CallejonHiguainPelatih: Jose Mourinho  Head to Head Tanggal Kompetisi Skor 30 September 2012 La Liga Real Madrid 5-1 Deportivo 26 Februari 2012 La Liga Deportivo 0-0 Real Madrid 3 Oktober 2010 La Liga Real Madrid 6-1 Deportivo 30 Januari 2010 La Liga Deportivo 1-3 Real Madrid 29 Agustus 2009 La Liga Real Madrid 3-2 Deportivo Lima pertandingan terakhir Deportivo La Coruna Tanggal Kompetisi Skor 15 Februari 2013 La Liga Sevilla 3-1 Deportivo 9 Februari 2013 La Liga Deportivo 0-3 Granada 2 Februari 2013 La Liga Getafe 3-1 Deportivo 26 Januari 2013 La Liga Deportivo 2-3 Valencia 20 Januari 2013 La Liga Osasuna 2-1 Deportivo   Lima pertandingan terakhir Real Madrid Tanggal Kompetisi Skor 17 Februari 2013 La Liga Real Madrid 2-0 R Vallecano 13 Februari 2013 Liga Champions Real Madrid 1-1 MU 9 Februari 2013 La Liga Real Madrid 4-1 Sevilla 2 Februari 2013 La Liga Granada 1-0 Real Madrid 30 Januari 2013 Piala Raja Real Madrid 1-1 Barcelona    

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya