Liputan6.com, Jakarta Manchester United telah mengeluarkan pernyataan singkat setelah tuduhan percobaan pemerkosaan, penyerangan terhadap Mason Greenwood dihentikan oleh Kejaksaan Inggris, Kamis (2/2/2023).
Greenwood telah ditangguhkan MU sejak kasus tersebut mencuat pada Januari 2022. Awalnya, dia didakwa melakukan kekerasan dan percobaan pemerkosaan kepada mantan kekasihnya pada saat itu.
Advertisement
Greenwood bahkan sempat ditahan beberapa hari. Kemudian ia dibebaskan bersyarat sambil menunggu kasusnya ditindaklanjuti oleh Kejaksaan setempat.
Saat kasus itu mulai ditangani, MU memilih untuk menangguhkannya, namun Greenwood masih tetap menerima gaji £75.000 per minggu. Namanya juga tetap ada di daftar skuat tim utama Setan Merah di situs resmi klub.
Selain ditangguhkan dari skuad MU, tuduhan tersebut membuat kontraknya dihentikan oleh sponsor Nike dan dikeluarkan dari permainan seperti FIFA dan Football Manager.
Merchandise yang berkaitan dengan Greenwood dihilangkan dari situs web United, sementara beberapa rekan setimnya berhenti mengikutinya di media sosial.
Awalnya, pemain 22 tahun itu dijadwalkan bakal menjalani persidangan pada 23 Februari 2023. Namun, kejaksaan setempat mengklaim bahwa kasus tersebut harus dihentikan karena seorang saksi kunci menarik diri dari keterlibatan di kasus ini.
"Mundurnya saksi kunci dan bahan-bahan baru yang mengemuka menunjukkan bahwa tak ada prospek realistis adanya hukuman yang bisa dijatuhkan. Dalam kondisi ini, adalah tugas kami untuk menghentikan kasus," pernyataan kejaksaan, dilansir BBC.
"Kami telah menjelaskan keputusan ini ke semua pihak. Kami juga ingin mendorong korban potensial lainnya untuk maju dan melaporkan diri ke polisi dan kami akan melakukan tindakan di mana pun tes legal terpenuhi." sambung pernyataan itu.
Beberapa jam kemudian, United mengeluarkan pernyataan mereka sendiri. Pihak Setan Merah akan memutuskan langkah apa yang akan diambil untuk sang pemain.
"Manchester United mencatat keputusan Kejaksaan bahwa semua tuduhan terhadap Mason Greenwood telah dibatalkan. Klub sekarang akan melakukan prosesnya sendiri sebelum menentukan langkah selanjutnya." bunyi pernyataan MU.
Pernah Kena Skandal
Mason Greenwood tak terlepas dari tindakan kriminal kala dunia masih dilanda pandemi Covid-19 yang dimana seluruh dunia khususnya Inggris tengah memberlakukan lockdown.