Liputan6.com, Barcelona- Barcelona harus mendapati kenyataan pahit karena La Liga sudah menolak pendaftarkan Pablo Gavi sebagai pemain tim utama. Seperti dilansir ESPN, Barca mendaftarkan Gavi sebagai pemain tim utama dengan gaji dan kontrak baru.
Gavi sudah sepakati kontrak baru dengan Barcelona pada September 2022 lalu. Dia dikontrak hingga 2026 dengan klausul kontrak fantastis 1 miliar euro.
Advertisement
Barcelona baru mendaftarkan berkas kontrak Gavi pada Rabu (25/1/2023) kemarin. Barca berharap bisa daftarkan Gavi sebagai pemain tim utama sebelum bursa transfer Januari berakhir pekan depan.
Meski sudah main dengan Barcelona sejak 2021, gelandang mungil ini masih terdaftar di La Liga sebagai pemain tim muda. Permohonan Barca ditolak karena klub tak punya ruang untuk daftarkan Gavi.
Barcelona dikabarkan tak kaget dengan penolakan ini. Mereka bersiap untuk menambah ruang agar bisa mendaftarkan pemain baru, tapi mau jual siapa lagi?
Jual Pemain
Awalnya, Barcelona berharap pensiunnya Gerard Pique pada November dan dilepasnya Memphis Depay ke Atletico Madrid membuka ruang untuk pendaftaran. Namun La Liga menuntut ada aksi yang lebih lagi.
Selain Gavi, Barcelona juga belum bisa daftarkan Ronald Araujo. Bek muda Barcleona ini juga sudah setuju perpanjangan kontrak pada April 2022 tapi belum didaftarkan di La Liga.
Meski begitu, kedua pemain dikabarkan tetap tenang. Mereka yakin Barca bisa atasi masalah ini dengan cepat.
Berkurang
Total pengeluaran Barcelona di bursa transfer terus dikurangi. Ini karena masalah keuangan yang masih dialami klub, peninggalan dari presiden lama Josep Maria Bartomeu.
Musim ini, Barcelona harus menjual aset-aset mereka untuk mendongkrak jumlah pengeluaran. Barca sudah menjual hak siar domestik sebesar 25 persen untuk 25 tahun. Selain itu, Barca juga lepas 49 persen kepemilikan untuk Barca studio.
Penjualan aset membuat Barcelona mampu mengangkat jumlah pengeluaran menjadi 800 juta euro. Namun ini masih jauh dari kata beres.
Tidak Tersentuh
Barcelona masih memiliki masalah keuangan. Kondisi tersebut menyebabkan tim Catalan kemungkinan tidak aktif selama jendela transfer Januari 2023.
Presiden Barcelona Joan Laporta, baru-baru ini, mengatakan tidak berharap untuk menambah lebih banyak pemain ke skuad Xavi Hernandes di tengah musim 2022-2023. "Kami melakukan pekerjaan di musim panas dan saat ini tak ada tanda-tanda harus melakukan operasi," katanya kepada Barca TV.