Mourinho Pergi, Madrid akan Dispanyolisasi

Spanyolisasi dilakukan untuk memperbanyak penggawa Madrid di La Furia Roja.

oleh ervin.kumbangDiterbitkan 22 Februari 2013, 03:10 WIB
Satu hal yang sulit dibantah dari kesuksesan tim nasional Spanyol adalah dominasi pemain Barcelona dan gaya permainannya. Dalam "sentimen" rivalitas Barcelona-Real Madrid, hal itu tak disukai kubu Santiago Bernabeu. Itulah sebabnya, saat Florentino Perez naik ke kursi Presiden Real Madrid di awal musim 2009/2010, prioritasnya adalah merekrut lebih banyak pemain dalam negeri. Tujuannya, memperbanyak penggawa Madrid di tim nasional.

"Spanyolisasi" ala Perez diwujudkan dengan merekrut Xabi Alonso, Alvaro Arbeloa, Raul Albiol, Esteban Granero, Sergio Canales, dan Pedro Leon. Dari sejumlah pemain itu, hanya Alonso, Arbeloa, dan Albiol, yang bertahan. Canales kini berseragam Valencia, sementara Pedro Leon kembali ke klub lamanya, Getafe.

Kini, rencana Spanyolisasi yang tertunda itu mulai terpikirkan kembali. Pemicunya adalah spekulasi kepergian pelatih Jose Mourinho di akhir musim 2012/2013. Sejak 2010, hanya Jose Callejon dan Diego Lopez pemain ber-DNA Spanyol yang direkrut El Real.

Dua nama yang menjadi target untuk menambah nuansa Spanyol di ruang ganti adalah Isco (Malaga) dan Daniel Carvajal (Bayern Leverkusen). Isco, 20 tahun, saat ini menjadi bintang Malaga dengan menjadi pencetak gol terbanyak untuk timnya di La Liga (delapan gol).

Sementara itu, Carvajal sebenarnya pemain binaan Madrid yang dilego ke Leverkusen awal musim lalu. Untuk membawa pulang pemain berusia 21 tahun itu, Madrid harus membayar klausul kontrak sebesar 6,5 juta euro. (as/Def)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya