Jokowi Puji BPJS Kesehatan yang Kini Tak Telat Bayar Klaim ke RS

Jokoi mengatakan BPJS Kesehatan sekarang tidak telat membayar klaim ke rumah sakit untuk pelayanan JKN.

oleh Fitri Haryanti HarsonoDiterbitkan 05 Januari 2023, 15:00 WIB
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke RSUD Arifin Achmad di Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (4/12/2023) untuk meninjau pelayanan JKN BPJS Kesehatan. (Dok Biro Pers Sekretariat Presiden RI)

Liputan6.com, Pekanbaru Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji BPJS Kesehatan yang kini tidak lagi terlambat dalam membayar klaim ke rumah sakit untuk pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Saat ini, BPJS Kesehatan mempunyai uang yang cukup untuk membayar klaim ke rumah sakit.

Pujian kepada BPJS Kesehatan tersebut disampaikan Jokowi tatkala kunjungan RSUD Arifin Achmad di Kota Pekanbaru, Riau, kemarin (4/1/2023).

"Sekarang tidak seperti yang dulu. (Dulu) BPJS telat bayar, sekarang enggak, BPJS memiliki duit yang cukup untuk membayar (klaim ke rumah sakit) tepat waktu," kata Jokowi saat memberikan keterangan pers usai Peresmian Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang di Kampar, Pekanbaru, Riau pada Rabu, 4 Januari 2023.

Saat kunjungan ke RSUD Arifin Achmad, Jokowi melihat pelayanan BPJS Kesehatan berjalan lancar. Para peserta JKN dilayani dan mendapat perawatan dengan baik, terutama untuk penyakit kronis seperti kanker dan stroke.

"Tadi di Rumah Sakit Umum Daerah Pekanbaru juga saya melihat pelayanan untuk jantung, kanker, stroke, semuanya berjalan selain penyakit yang lain," lanjutnya.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam peninjauan pelayanan JKN BPJS Kesehatan di RSUD Arifin Achmad  di antaranya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Gubernur Riau Syamsuar.

Semua Pasien Dilayani Baik

(Foto:Dok.BPJS Kesehatan)

Jokowi mengakui kunjungan ke RSUD Arifin Achmad sebenarnya tidak direncanakan sebelumnya. Artinya, ini adalah kunjungan mendadak Jokowi ke sana.

Setibanya di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau pada Rabu (4/12/2023), Jokowi diagendakan untuk langsung menuju Pasar Bawah. Namun, dalam perjalanan, ia meminta untuk berkunjung ke salah satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang ada di Kota Pekanbaru.

"Jadi kunjungan mendadak saya ke Rumah Sakit Umum Daerah di Pekanbaru tadi. Saya hanya ingin memastikan bahwa yang namanya BPJS itu berjalan betul dan melayani," terang Jokowi.

"Mulai dari pendaftaran, kemudian di pelayanan untuk obat, lalu naik di pelayanan di kamarnya."

Tak lupa, Presiden Jokowi menyapa peserta BPJS Kesehatan di ruang perawatan. Bahwa pasien dilayani dengan baik.

"Saya bertanya ke beberapa pasien, semuanya dilayani dengan baik dan kita harapkan tidak hanya di Pekanbaru, di rumah sakit-rumah sakit yang lain, baik yang rumah sakit milik pusat, milik provinsi, milik kabupaten/kota, milik swasta yang ikut BPJS, semuanya memiliki standar pelayanan yang baik, semuanya," imbuhnya.

Percepatan Pembayaran Klaim

(Foto:Dok.BPJS Kesehatan)

Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Arief Witjaksono Juwono Putro tak menampik dulunya BPJS Kesehatan mengalami kendala terkait pembayaran klaim ke rumah sakit.

“Berapa tahun silam sewaktu BPJS Kesehatan mengalami permasalahan terkendala dalam pembayaran klaim ke rumah sakit, kami banyak dibantu oleh bank syariah melalui Program Supply Chain Financing (SCF)," jelasnya dalam keterangan pada 27 Desember 2022.

"Itu adalah program pembiayaan oleh bank bagi rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk membantu percepatan penerimaan pembayaran klaim pelayanan kesehatan. Pada saat pembayaran klaim sudah tidak ada kendala lagi."

Hal lain yang penting, menurut Arief bahwa saat ini untuk pembayaran klaim pelayanan, BPJS Kesehatan hanya dapat bekerja sama dengan dengan Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA).

Harapan Arief agar Bank Syariah Indonesia (BSI) dapat menaikkan status menjadi BUMN dan masuk dalam bank yang termasuk dalam HIMBARA. Ini akan berpengaruh kepada kebijakan diambil dan diharapkan dapat menjadi peluang perluasan kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Pada Januari 2022, BPJS Kesehatan juga resmi menyandang sertifikat ISO 9001:2015 untuk proses verifikasi klaim rujukan JKN-KIS. Predikat tersebut tak lepas dari upaya BPJS Kesehatan yang secara berkelanjutan mengembangkan inovasi pengelolaan klaim secara lebih efektif, efisien, dan tepat waktu.

Ketepatan Waktu Verifikasi Klaim

Suasana pelayanan BPJS Kesehatan di Jakarta, Rabu (28/8/2019). Menkeu Sri Mulyani mengusulkan iuran peserta kelas I BPJS Kesehatan naik 2 kali lipat yang semula Rp 80.000 jadi Rp 160.000 per bulan untuk JKN kelas II naik dari Rp 51.000 menjadi Rp110.000 per bulan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Lily Kresnowati mengatakan, peningkatan cakupan kepesertaan JKN-KIS yang diiringi dengan pertumbuhan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan menyebabkan peningkatan jumlah klaim yang harus segera diverifikasi.

Hal ini mendorong BPJS Kesehatan untuk terus berinovasi menciptakan cara baru untuk mengelola klaim agar semakin efektif, efisien dan tepat waktu.

“Ketepatan waktu verifikasi klaim rujukan JKN-KIS dicapai dengan mempertimbangkan aspek perencanaan, pembuatan kebijakan, kepatuhan dalam pengimplementasian, pengelolaan risiko, sinergi seluruh fungsi organisasi di BPJS Kesehatan, serta dukungan dari berbagai pihak,” ujar Lily dalam pernyataan resmi pada 27 Januari 2022.

Lily melanjutkan, hal tersebut selaras dengan tujuh prinsip Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO9001:2015 yaitu fokus pada pelanggan, kepemimpinan, pelibatan Sumber Daya Manusia (SDM), pendekatan melalui proses, improvement, pengambilan keputusan berdasarkan bukti yang ada dan manajemen hubungan relasi.

“BPJS Kesehatan terbukti telah memiliki standardisasi dalam proses verifikasi klaim rujukan JKN-KIS sehingga mampu mendapatkan Sertifikat ISO 9001:2015,"

"Perolehan sertifikat ini diharapkan mampu meningkatkan kepuasan rumah sakit sehingga mutu pelayanan terhadap peserta JKN-KIS juga semakin optimal. Tentunya, hal ini juga berdampak terhadap kepuasan peserta JKN-KIS terhadap layanan rumah sakit tersebut."

Infografis 9 Waktu Tepat Cuci Tangan Hindari Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya