Liputan6.com, Jakarta Hanya Pele yang bisa menghentikan perang saudara, meski Cuma 24 jam. Hal itu terjadi pada 1967 di Nigeria. Gencatan senjata agar Pele dalam bermain bersama Brasil dalam pertandingan eksibisi melawan Nigeria di ibu kota Lagos.
Situs web Santos, seperti diberitakan Time pada 1999, menjelaskan bahwa gubernur militer wilayah itu, Samuel Ogbemudia mengumumkan hari libur dan membuka jembatan sehingga kedua pihak yang berseteru bisa menyaksikan pertandingan itu. Brasil yang diperkuat oleh Pele meraih kemenangan 2-1 atas Nigeria.
Advertisement
“Kami diminta untuk memainkan pertandingan persahabatan di Benin City, di tengah Perang Saudara, tetapi Santos sangat dicintai sehingga mereka menyetujui gencatan senjata pada hari pertandingan. Hari itu dikenal sebagai hari 'Santos menghentikan perang,'” tweet Pelé pada tahun 2020.
Pele tak hanya legenda bagi Brasil, sebagai satu-satunya sosok yang memenangi Piala Dunia sebanyak tiga kali, yakni pada 1958, 1962 dan 1970. Dia masih berusia 17 tahun ketika Brasil pertama kali menangkat trofi ini pada 1958.
Prestasi yang membuat FIFA memberikan penghargaan sebagai “Pemain Abad Ini” pada tahun 2000 lalu.
Dia tercatat sebagai pemain yang mencetak rekor dunia dengan menjaringkan 1.281 gol dalam 1.363 pertandingan selama 21 tahun kariernya. Jumlah itu mencakup 77 gol dalam 92 pertandingan untuk tim nasional Brasil.
Seorang Penyair
Kelegendaan Pele menembus batas negara dan profesi. Tak hanya para pemain yang mengidolakannya, menyebut Namanya dengan penuh hormat. Juga memasang fotonya di kamar mereka saat masih belia, dengan mimpi menjadi pemain ternama seperti Pele.
Artis legendaris Amerika Serikat, Andy Warhol sangat terkesan dengan Pele. Andy Warhol sampai mengubah kutipannya yang terkenal mengenai sifat ketenaran yang fana.
"Pele adalah salah satu dari sedikit yang bertentangan dengan teori saya: alih-alih ketenaran itu hanya bertahan 15 menit, Pele akan memilikinya selama 15 abad," prediksi Warhol.
Pele juga menjadi sumber kutipan untuk media nasional dan internasional - dia tak pernah benar-benar menyaring kata-katanya, bahkan jika itu berarti harus mengecewakan rekan-rekannya yang terkenal.