Obat Steroid Diduga Picu Aksi Atlet Oscar Pistorius Tembak Pacar

Obat steroid yang ditemukan di rumah pelari Oscar Pistorius hingga kini masih diselidiki karena menurut kepolisian, obat ini diduga sebagai pemicu meninggalnya model cantik Reeva Steenkamp.

oleh Liputan6Diterbitkan 18 Februari 2013, 18:34 WIB
Obat steroid yang ditemukan di rumah pelari Oscar Pistorius hingga kini masih diselidiki karena menurut kepolisian, obat ini diduga sebagai pemicu meninggalnya model cantik Reeva Steenkamp.

Obat streoid ini seringkali disalahgunkan oleh atlet dan sebagian orang. Walaupun efeknya bisa meningkatkan massa otot, tapi obat ini memiliki efek samping yang kadang-kadang justru membahayakan misalnya bisa meningkatkan risiko infeksi, menekan fungsi adrenal, mengurangi massa tulang.

Kepolisian setempat hingga kini masih menyelidiki apakah kemarahan Pistorius benar-benar diakibatkan minum obat steroid.

Sebelumnya, seperti dilansir TheSun, Senin (18/2/2013), petugas menggeledah rumah Pistorius setelah dirinya menembak Reeva Steenkamp di mansion kekasihnya di Pretoria, Afrika Selatan.

Sebuah sumber penyelidikan menyatakan bahwa beberapa bukti diamankan dan ditemukan obat steroid dan beberapa alkohol. Itu sebabnya polisi secara khusus memerintahkan tim penyidik untuk menguji pengaruh efek samping steroid pada Pistorius.

Laporan kepolisian juga menyebutkan kalau Reeva ditembak dengan pistol 9mm yang ditembakkan melalui pintu kamar mandi yang terkunci sekitar pukul 03.00 pagi pada Hari Valentine.

Reeva juga dipukul di bagian kepala dan tubuh sebanyak empat kali. Luka di atas kepalanya menunjukkan kalau saat dia duduk di toilet dia ditembaki sebanyak tiga kali oleh peluru hingga merobek pintu.

Para ahli mengatakan ketika ditembaki, mungkin Reeva menutupi kepalanya dengan tangannya, sehingga ada luka tembak pada jari dan lengan. Reeva juga mengalami cedera otak akibat benda tumpul dan tes berikutnya akan menentukan apakah dia terluka oleh pukulan sebelum ditembak.

Menurut catatan telepon yang diperiksa, Reeva sempat mendapat pesan singkat pada larut malam dari bintang rugby terkenal Francois Hougaard, yang merupakan sahabat dari Pistorius.

Hal ini membuat detektif percaya kalau Pistorius mungkin cemburu karena beberapa sumber mengatakan Pistorius tidak senang kalau Hougaard tetap berteman dengan Reeva. Tapi Hougaard menegaskan kalau kematian Reeva itu tidak ada hubungannya dengan dirinya.

Obat steroid bisa meningkatkan pertumbuhan otot dengan meningkatkan tingkat testosteron hormon laki-laki, sehingga dilarang dalam olahraga. Obat ini dapat menyebabkan kerusakan hati dan jantung serta perilaku agresif yang dikenal sebagai "roid rage".

Selain itu beberapa efek yang umum terjadi akibat obat steroid ini adalah peningkatan tekanan darah, peningkatan berat badan, osteoporosis, menghambat pertumbuhan pada anak. (Fit/Igw)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya