Sebelum Antar Maroko Ukir Sejarah di Piala Dunia 2022, Regragui Sempat Belajar dari Pelatih Arsenal

Walid Regragui ditunjuk sebagai pelatih Timnas Maroko, kurang dari 3 bulan sebelum Piala Dunia 2022 digelar di Qatar.

oleh Mohamad TaufikDiterbitkan 14 Desember 2022, 14:15 WIB
Luar biasanya pelatih berusia 47 tahun itu selalu sukses membawa skuad asuhannya menjadi juara. (AP/Alessandra Tarantino)

Liputan6.com, Jakarta Walid Regragui mengukir sejarah untuk Maroko. Dia membawa Singa Atlas menapak ke semifinal Piala Dunia 2022, pencapaian terjauh yang pernah dilakukan tim Afrika, melewati kesuksesan Kamerun di Italia 1990, Senegal di Jepang-Korea Selatan 2002, dan Ghana di Afrika Selatan 2010.

Sentuhan pelatih berusia 47 tahun itu, memang patut diacungi jempol. Kurang dari setahun dia membuat perbedaan besar. Regragui ditunjuk sebagai pelatih Timnas Maroko pada 31 Agustus 2022. Dia dipilih sebagai pelatih kepala timnas Maroko menggantikan Vahid Halilhodzic.

Artinya dia hanya memiliki waktu 2,5 bulan untuk menyiapkan timnas Maroko menghadapi Piala Dunia 2022 di Qatar. Awalnya banyak yang tak sependapat dengan keputusan Federasi Sepak Bola Maroko menunjuk Regragui.

Pada 21 September 2022, Regragui menjalani debut memimpin Maroko dalam pertandingan persahabatan melawan Madagaskar yang dimenangkan dengan skor 1-0. Selama ditangani Regragui, Maroko tak pernah kalah.

Di Piala Dunia 2022, Regragui membungkam para kritikus, termasuk mereka yang mengkritik pemilihan Youssef En-Nesyri oleh dirinya untuk skuad Maroko di Piala Dunia.

Di tangan Regragui, Maroko menjadi tim yang solid dalam bertahan dan terbukti sulit ditembus. Tiga negara favorit juara dengan materi pemain mumpuni seperti Belgia, Spanyol, dan Portugal tak kuasa membobol gawang Maroko.

Hanya satu gol yang bersarang ke gawang mereka dari sejak laga pertama babak grup hingga perempat final. Itu pun terjadi karena kesalahan sendiri setelah bek mereka, Nayef Aguerd melakukan gol bunuh diri saat melawan Kanada

Itulah yang terjadi pada Maroko di bawah kendali Walid Regragui. Sekarang mereka bersiap mengukir sejarah lebih hebat ketika menghadapi juara bertahan Prancis pada laga semifinal di Stadion Al Bayt, Al Khor, Kamis (14/12/2022) dini hari WIB, pukul 02.00 WIB.

Melihat kiprah Maroko dan cara mereka bermain, Singa Atlas berpeluang meladeni Argentina yang sudah menanti lawan di babak final Piala Dunia 2022 setelah mengandaskan Kroasia 3-0 pada laga semifinal.

 


Belajar dari Arteta

Timnas Maroko terus membuat kejutan di Piala Dunia Qatar 2022. Mereka berhasil melumat negara-negara besar seperti Belgia, Spanyol, dan Portugal. (AP/Ebrahim Noroozi)

Semua perjalanan memiliki akar, setelah gantung sepatu pada 2009, Regragui memulai karier kepelatihan bersama Fath Union Sport (FAS) yang berkompetisi di Botola Pro 1, liga papan atas Maroko, pada 2014.

Lanjut Baca:

Sekarang, Regragui menjadi viral bukan hanya karena hasil gemilang bersama Timnas Maroko, juga cerita di balik pekerjaan yang dia lakukan dengan Singa Atlas dan bagaimana mencapainya. Sebelum mendapat kepercayaan sebagai pelatih Maroko, Regragui masih mengikuti kursus pelatih pada tahun 2021 yang dilakukan secara virtual melalui Zoom oleh manajer Arsenal saat ini, Mikel Arteta, yang menjadi mentor. Dalam sesi zoom tersebut, Regragui bersama para pelatih lain yang ikut serta, mendiskusikan filosofi dan ide kepelatihan Arteta yang membuat The Gunners mengangkat gelar Piala FA pada tahun 2020 di musim pertama memimpin Meriam London. Saat itu, Regragui mengelola Wydad AC, yang juga berkompetisi di Botola Pro 1 Maroko, dan kini manajer berusia 47 tahun itu memimpin salah satu kisah Piala Dunia terbaik yang pernah ada. Tak lama setelah foto itu beredar di media sosial, Arteta memuji Regragui setelah Arsenal menang 2-1 atas AC Milan di Piala Super Dubai, Selasa (13/12). "Pengaruh yang dia berikan, dia sangat menghargai mereka," kata Arteta. "Apa yang dia lakukan luar biasa, dan apa yang dia transmisikan sangat bagus. Dan merupakan hal yang sangat positif bagi sepak bola dunia untuk memiliki tim Afrika di panggung (semifinal). Mereka adalah salah satu dari empat tim yang sangat terbaik di Piala Dunia ini."  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya