Resensi Film Holy Spider: 16 PSK Jalanan Dibunuh, Pelaku Berdalih Lagi Bersihkan Kota dari Perusak Moral

Holy Spider terinspirasi dari kisah nyata pembantaian PSK jalanan oleh pelaku yang berdalih ingin membersihkan kota suci Mashhad dari wanita rusak moral.

oleh Wayan DianantoDiperbarui 12 Desember 2022, 20:45 WIB
Poster film Holy Spider. (Foto: Dok. Profil Pictures/ One Two Films/ IMDb)

Liputan6.com, Jakarta Holy Spider terinspirasi dari kisah nyata tragedi pembunuhan 16 PSK jalanan di Mashhad, kota yang dianggap suci, di Iran, dan menggemparkan dunia pada tahun 2000 dan 2001.

Dalam film Holy Spider, pelakunya pria taat agama yang merasa punya kewajiban “membantu” Tuhan untuk membersihkan kota suci dari wanita-wanita yang dianggap (maaf) rusak moral.

Modusnya pun terbilang nyentrik. Tersangka berpura-pura jadi pria hidung belang lalu mengajak PSK yang ditarget ke sebuah tempat. Ketika hendak “main,” PSK itu dicekik sampai mati.

Di tangan sutradara Ali Abbasi, Holy Spider menjadi drama kriminal dengan ketegangan konsisten menanjak. Penampilan Zar Amir Ebrahimi mengunci perhatian penonton. Berikut resensi film Holy Spider.

 


Simpul Ganda

Zar Amir Ebrahimi sebagai Rahimi dalam film Holy Spider. (Foto: Dok. Profil Pictures/ One Two Films/ IMDb)

Adalah Somayeh (Ariane Naziri) orangtua tunggal yang mesti membesarkan seorang putri. Impitan ekonomi memaksanya menjadi PSK jalanan. Suatu malam, seorang pria yang kemudian diketahui bernama Saeed (Mehdi Bajestani) memesannya.

Tiba di apartemen, Somayeh merasa ada yang janggal. Ia lantas membatalkan transaksi. Apes, Saeed bergerak cepat membanting tubuh Somayeh lalu mencekiknya hingga tewas. “Jangan aku mohon, aku punya seorang anak,” pintanya sebelum meninggal.

Mayat Somayeh ditemukan terbungkus kain hitam. Jilbab membentuk simpul ganda melilit lehernya. Insiden ini menarik perhatian jurnalis perempuan Rahimi (Zar Amir Ebrahimi) untuk menginvestigasi dibantu Sharifi (Arash Ashtiani).


Sampai Muntah

Mehdi Bajestani sebagai Saeed dalam film Holy Spider. (Foto: Dok. Profil Pictures/ One Two Films/ IMDb)

Penyelidikan tak mudah lantaran polisi Rostami (Sina Parvaneh) hingga ulama enggan bersikap terbuka. Saeed sendiri punya istri Fatima (Forouzan Jamshidnejad), anak laki-laki, Ali (Mesbah Taleb) plus dua anak perempuan.

Rumah tangga “sempurna” tak membuatnya sehat secara mental dan terobsesi berjihad dengan membantai PSK. Suatu malam, Rahimi bertemu Soghra (Ariane Naziri) yang muntah di toilet restoran. Ia curiga Soghra PSK jalanan dan berencana mengorek informasi darinya.

Beberapa hari kemudian, Rahimi dikabari ada mayat di pinggir jalan. Rahimi mendatangi TKP dan syok mendapati jasad itu adalah Soghra. Saking syok, Rahimi muntah-muntah di lapangan. Ia lantas menyusun rencana nekat karena jumlah PSK yang tewas mencapai 16.

Lanjut Baca:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya