Disingkirkan Maroko di Piala Dunia 2022, Pelatih Portugal Tak Menyesal Cadangkan Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo tak menjadi starter kala Portugal disingkirkan oleh Maroko di perempat final Piala Dunia 2022, pelatih Selecao das Quinas Fernando Santos mengaku tak menyesali keputusannya mencadangkan CR7.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 11 Desember 2022, 19:00 WIB
Pemain Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo meninggalkan lapangan sambil dihibur pelatih Fernando Santos usai laga babak perempatfinal Piala Dunia 2022 di Al Thumama Stadium, Doha, Qatar, Sabtu (10/12/2022) malam WIB. (AP/Alessandra Tarantino)

Liputan6.com, Jakarta - Portugal harus mengubur impiannya untuk merebut trofi Piala Dunia 2022. Langkah Seleccao das Quinas terhenti di perempat final usai takluk 0–1 dari Maroko di Stadion Al Thumama, Sabtu (10/12/2022) malam WIB.

Youssef En-Nesyri menjadi pahlawan kemenangan Singa Atlas di pertandingan tersebut. Gol semata wayangnya pada menit 42 gagal diseimbangkan oleh Portugal hingga akhir laga. Alhasil, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan harus angkat koper lebih awal.

Dengan hasil ini, Maroko mencetak sejarah baru di Piala Dunia Qatar. Singa Atlas sukses mengukuhkan posisinya sebagai negara Afrika pertama yang mampu menembus semifinal kompetisi sepak bola terakbar empat tahunan.

Sekadar informasi, prestasi terbaik yang pernah diraih negara Afrika di FIFA World Cup edisi terdahulu hanyalah menjadi perempat finalis. Capaian itu dicatatkan oleh Kamerun (1990), Senegal (2002), dan Ghana (2010).

CR7 nampak sangat terpukul menyaksikan timnya menelan pil pahit di laga kontra Maroko. Megabintang berusia 37 tahun tak kuasa membendung tangisannya usai Selecao das Quinas dipastikan kehilangan peluang untuk melaju ke fase selanjutnya.

Tayangan pertandingan memperlihatkan Ronaldo yang ngacir dari lapangan usai wasit meniupkan peluit panjang. Pesepak bola yang pernah membela Real Madrid itu berjalan menuju ruang ganti sambil mengusap wajahnya yang berurai air mata.

Tak heran jika CR7 amat sedih usai Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2022. FIFA World Cup edisi ini kemungkinan besar menjadi kesempatan terakhir Ronaldo mentas di ajang serupa. Kekalahan menjadi kian menyakitkan mengingat sang pemain tidak sempat membela negaranya sejak menit pertama.

Pelatih Timnas Portugal Fernando Santos lagi-lagi memilih mencadangkan Ronaldo di duel tersebut. Eks penggawa Manchester United (MU) baru diturunkan pada menit ke-51, ketika Selecao das Quinas sudah tertinggal satu gol dari Singa Atlas.


Tak Menyesal

Fernando Santos. Pelatih Timnas Portugal asal Uruguay ini menjadi pelatih tertua ketiga yang berlaga di Piala Dunia 2022 Qatar. Saat ini ia telah menginjak usia 68 tahun dan telah membesut Timnas Portugal sejak 23 September 2014 menggantikan posisi Paulo Bento. Dari total 103 laga, ia berhasil membawa Timnas Portugal 63 kali menang, 23 kali imbang dan 17 kali kalah. (AFP/Fabrice Coffrini)

Kendati demikian, Santos mengaku tidak menyesali pilihannya menyimpan CR7 di bangku cadangan. Ia menilai keputusan untuk menurunkan skuad yang tampil apik saat mengalahkan Swiss pada babak 16 besar sudah tepat.

“Saya tidak menyesal (menempatkan Ronaldo di bangku cadangan). Itu tidak akan mengubah apapun. Ketika menyangkut tim, saya tidak boleh berpikir menggunakan hati saya,” ujar Santos selepas laga, seperti dilansir dari The Sun.

Lanjut Baca:

“Saya menggunakan skuad yang bermain sangat baik saat melawan Swiss, dan tidak ada alasan bagi saya untuk mengubahnya (di laga kontra Maroko),” sambung manajer berusia 68 tahun itu. Santos memaparkan bahwa keputusan mengenai strategi di tiap laga menjadi hal yang paling sulit untuk diambil. Ketidakhadiran CR7 sebagai starting XI pun menurutnya bukan pertanda sang pemain tak lagi menyandang predikat sebagai pesepak bola hebat. “Keputusan strategi yang harus saya buat adalah salah satu hal tersulit, tetapi saya tidak bisa berpikir dengan hati. Saya harus berpikir dengan kepala. Bukan berarti Ronaldo tidak lagi menjadi pemain hebat, (keputusan ini) tak ada hubungannya dengan hal itu,” pungkas dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya