Liputan6.com, Doha- Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger heran kenapa Harry Kane ambil penalti dua kali saat Inggris melawan Prancis di perempat final Piala Dunia 2022 di stadion Al Bayt, Minggu (11/12/2022). Dia meyakini tak ada penendang penalti lainnya mengingat peran penting Harry Kane dalam tim.
Inggris seperti diketahui gagal lolos ke semifinal Piala Dunia 2022. Inggris tertahan usai kalah 1-2 dari Prancis.
Advertisement
Inggris berpeluang untuk samakan skor tapi penalti yang diambil Harry Kane di menit ke-84. Namun kapten Inggris itu menendangnya terlalu keras dan melambung.
Sebelumnya, Kane memang berhasil untuk mencetak gol lewat titik penalti di menit ke-54. Namun dengan gaya dan arah yang sama, Kane tak mampu mengulangi penalti kedua
Prancis sendiri berhasil mencetak 2 gol lewat Aurelien Tchouameni dan Olivier Giroud. Kemenangan ini sekaligus mendekatkan Prancis dengan kelolosan ke final Piala Dunia 2022 untuk dua kali berturut-turut.
"Harry Kane sangat penting untuk Inggris dan dinamika tim membuat tak ada pemain lain yang pantas untuk ditawarkan ambil penalti," kata Wenger seperti dikutip beIN sport.
Komentar Kane
Kane mengaku bertanggung jawab atas kegagalan Inggris di Piala Dunia 2022. Terkait penalti, dia mengaku tak pernah ragu untuk mengambilnya untuk kedua kali.
"Saya bukan seseorang yang berpikir terlalu banyak soal ini. Saya bersiap kalau mendapatkan satu atau dua penalti. Saya tak bisa salah di persiapan sebelum pertandingan," kata Kane.
"Ini tak terasa berbeda, saya merasa yakin tapi tak mampu mengeksekusinya seperti yang saya inginkan. Ini pengalaman yang harus saya rasakan sepanjang hidup dan harus siap menghadapi mimpi buruk ini."
Kane mengatakan, Inggris tak boleh meratapi kegagalan. Dia mengaku semua pemain tetap bangga.
"Yang bisa kami lakukan tetap bangga dan tahu tim ini sedang dalam ritme bagus dan kami harus melihat ke masa depan," katanya.
Tak Disalahkan
Manajer inggris, Gareth Southgate pun ogah menyalahkan Kane. Meski ini jadi pil pahit kegagalan dalam kariernya dengan Inggris.
"Kami menang dan kalah sebagai tim, kami membiarkan gol terjadi dan gagal manfaatkan beberapa peluang," ujarnya.