Liputan6.com, Jakarta Jonatan Christie sukses memetik kemenangan pertamanya di BWF World Tour Finals 2022. Berhadapan dengan andalan Singapura, Loh Kean Yew, pada Kamis (8/12/2022), tunggal putra Tanah Air berjaya dengan rubber game, 16–21, 22–20, dan 21–10.
Jojo kesulitan mengimbangi pola permainan Loh di game pertama. Perolehan poinnya tercecer sejak awal permainan. Ia bahkan terpaut empat angka dengan 7–11 saat interval.
Advertisement
Pebulu tangkis peringkat lima dunia mencoba mengikis ketertinggalan selepas jeda. Ia menjadi hanya berselisih dua poin di kedudukan 10–12. Sayang, tren positif tersebut dengan cepat diputus oleh Loh Kean Yew.
Tunggal putra asal Singapura kembali menciptakan selisih jarak cukup jauh dengan Jonatan Christie. Penggawa Merah Putih dipaksa tertinggal lima angka, 11–16, sebelum akhirnya tunduk 16–21 di pengujung set pembuka.
Jojo mencoba bangkit di game kedua. Wakil Indonesia tampil lebih meyakinkan hingga mampu memimpin torehan angka dengan 6–2. Loh berusaha comeback. Ia mampu menyamai koleksi poin Jojo di kedudukan 9–9.
Drama kejar-kejaran skor tersaji jelang interval. Loh Kean Yew unggul tipis 11–10 lantaran dropshot-nya sanggup mematikan langkah Jojo.
Pasca interval, giliran Jojo yang mencoba menempel torehan angka wakil Singapura. Pebulu tangkis berusia 25 tahun tampil agresif hingga mampu unggul dua poin di kedudukan 15–13.
Di sisi lain, Loh juga tidak kalah perkasa. Pemuda yang pernah menyabet gelar juara dunia pada 2021 itu memanfaatkan unforced errors Jojo untuk kembali menciptakan angka kembar 15–15. Kedua pemain balik kejar-mengejar angka di poin-poin kritis.
Loh Kean Yew lebih dulu mendapat match point opportunity. Namun, Jojo sanggup memaksa permainan menjadi deuce. Kesempatan ini pun langsung dimanfaatkan oleh wakil Indonesia. Ia segera membungkus kemenangan dengan 22–20.
Game Ketiga
Jonatan Christie tampil lebih percaya diri di game penentu. Modal kemenangan pada set sebelumnya nampaknya cukup untuk mendongkrak semangat pebulu tangkis kelahiran 1997 itu. Jojo unggul lima angka dengan 11–6 saat interval.
Dominasi pemain Indonesia masih sulit dipatahkan selepas jeda. Serangan demi serangan yang dilancarkan Jojo efektif membuat Loh Kean Yew makin terpuruk dengan selisih delapan angka di kedudukan 14–6.