HEADLINE: Gebrakan Kuda Hitam Maroko dan Potensi Duel Messi vs Ronaldo di Final Piala Dunia 2022

Seleksi alam di Piala Dunia 2022 terus berlanjut. Turnamen di Qatar tinggal menyisakan delapan tim, dengan Maroko menjadi satu-satunya anomali.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 08 Desember 2022, 00:02 WIB
Pemain Maroko merayakan kemenangan timnya atas Spanyol dengan cara melemparkan pelatih kepala Walid Regragui saat babak 16 besar Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Education City Stadium, Selasa (06/12/2022). (AP/Abbie Parr)

Liputan6.com, Jakarta - Seleksi alam di Piala Dunia 2022 terus berlanjut. Turnamen di Qatar tinggal menyisakan delapan tim, dengan Maroko menjadi satu-satunya anomali.

Maroko sukses melewati berbagai cobaan untuk bertahan di tengah gempuran dua kiblat utama sepak bola dunia: Eropa dan Amerika Selatan.

Teranyar mereka menaklukkan Spanyol 3-0 (0-0) melalui adu penalti di Education City Stadium, Al Rayyan, Rabu (7/12/2022) dini hari WIB. Kiper Yassine Bounou bersinar usai menggagalkan dua algojo lawan, Carlos Soler dan Sergio Busquets.

Sebelumnya Singa Atlas, julukan Maroko, sudah menciptakan kejutan. Mereka menduduki peringkat teratas Grup F yang berisi peringkat dua FIFA Belgia dan runner-up 2018 Kroasia. Pasukan Walid Regragui tidak terkalahkan untuk mengoleksi tujuh poin berkat kemenangan atas Belgia (2-0) dan Kanada (2-1), plus mengimbangi Kroasia tanpa gol.

Performa di empat pertandingan itu berbuah sejarah. Maroko tercatat sebagai tim Afrika keempat yang mencapai 8 besar Piala Dunia. Hakim Ziyech dan kawan-kawan mengikuti jejak Kamerun (1990), Senegal (2002), dan Ghana (2010).

Mereka kini berpeluang menjadi wakil Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia atau bahkan menduduki takhta. Untuk itu, mereka harus menyingkirkan dahulu rintangan selanjutnya. Maroko dijadwalkan bertemu Portugal pada laga perempat final di Al Thumama Stadium, Doha, Sabtu (10/12/2022) malam WIB.

Prospek sejarah tersebut merupakan kebanggaan bagi masyarakat Maroko, Afrika, dan juga Bangsa Arab. Terlebih Piala Dunia Qatar merupakan ajang pertama yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.

"Kami membuat sepak bola Arab dan Afrika bangga dan dihormati," kata bek Maroko Jawad El Yamiq, dilansir ESPN.

"Saat ini adalah momen spesial bagi seluruh Afrika, negara-negara Arab, dan juga muslim di seluruh dunia. Kami mencoba membuat mereka dan diri sendiri bangga. Saya rasa kami sudah melakukannya," sambung gelandang Azzedine Ounahi.

 

Infografis Gebrakan Kuda Hitam Maroko di Piala Dunia 2022 (Liputan6.com/Triyasni)

Wujudkan Prediksi Pele

Ribuan warga Maroko berkumpul merayakan kemenangan Maroko atas Spanyol dalam pertandingan Piala Dunia 2022, di Rabat, Maroko, Selasa (6/12/2022). Meski Spanyol menguasai bola lebih banyak namun tidak mendapatkan peluang untuk membobol gawang Maroko. (AP Photo/Mosa’ab Elshamy)

Piala Dunia 2022 dibuka dengan salah satu kejutan terbesar sepanjang sejarah, ketika Arab Saudi menaklukkan juara dua kali Argentina pada hari ketiga penyelenggaraan. Sayang hasil tersebut tidak cukup bagi mereka untuk lolos ke 16 besar. Qatar dan Tunisia turut tersisih di fase grup, sehingga Maroko jadi pengibar bendera Arab tersisa di kompetisi.

Lanjut Baca:

"Saya sangat bangga dengan dukungan suporter, dari masyarakat Maroko dan juga orang Arab. Ada orang Qatar di sini, dan mungkin warga Aljazair, Tunisia, Arab, serta Afrika," ungkap Regragui. Dukungan besar terhadap Maroko sudah terlihat di stadion. Pada duel kontra Spanyol, mayoritas penonton yang hadir di Education City Stadium menyemangati Ziyech dan kawan-kawan. Dukungan yang mereka berikan mampu membakar semangat pemain hingga akhirnya meraih kemenangan. "Pendukung Maroko adalah yang terbaik di turnamen ini. Mereka memberi kami kekuatan dan jadi pemain ke-12," ujar winger Sofiane Boufal. Prestasi Maroko di Qatar memang di luar ekspektasi. Terlebih jika melihat kondisi tim jelang turnamen. Vahid Halilhodzic, sosok yang membawa Maroko lolos ke Piala Dunia 2022, dipecat hanya tiga bulan sebelum kompetisi dimulai. Saat itu tim dilanda perpecahan dengan Ziyech dan Noussair Mazraoui menolak tampil selama Halilhodzic berkuasa. Federasi Sepak Bola Maroko semula mendukung Halilhodzic, sebelum mengambil keputusan 180 derajat dan memecat sosok asal Bosnia tersebut karena perbedaan visi. Regragui lalu ditunjuk dan Ziyech kembali menerima panggilan tugas membela negara. Pemain asal Chelsea itu kini jadi salah satu motor serangan Maroko. Dia sudah mencetak satu gol dan satu assist sepanjang Piala Dunia Qatar. Ziyech akan memainkan peran penting pada perjalanan Maroko di pertandingan-pertandingan selanjutnya, sembari menanti apakah prediksi Pele bakal terwujud. Legenda Brasil itu pernah menyebut wakil Afrika bakal memenangkan Piala Dunia pada abad ke-20. Hingga kini ramalannya tersebut sudah molor 23 tahun.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya