Liputan6.com, Jakarta Amerika Serikat lolos ke 16 besar setelah menaklukkan Iran 1-0 pada laga pamungkas Grup B Piala Dunia 2022 di Stadion Al Thumama, Rabu (30/11/2022) dini hari waktu Indonesia barat.
Di awal laga, Amerika Serikat langsung mengontrol permainan dengan mengandalkan Christian Pulisic, yang bermain di belakang duet penyerang Timothy Weah, dan Josh Sargent.
Advertisement
Menit 11 sundulan Pulisic mengarah ke gawang, tetapi masih lemah dan dengan mudah bisa diamankan kiper Iran, Alireza Beiranvand, yang kembali diturunkan pelatih Carlos Queiroz.
Alireza Beiranvand kembali melakukan penyelamatan untuk membuat gawangnya tetap aman, ketika menghalau bola crossing Sergino Dest yang diarahkan kepada Timothy Weah.
Di menit 27, Timothy Weah mendapat peluang dari bola liar tembakan Josh Sargent yang diblok pemain Iran, mengarah kepadanya. Meski dalam posisi bebas, tetapi sundulan Weah, masih lemah dan tidak merepotkan Alireza.
Timothy Weah kembanli mengancam gawang Iran pada menit 33. Sayang tembakan keras penyerang Lille itu, masih melambung di atas gawang.
Di lain sisi, Iran sepanjang babak pertama, lebih banyak mengandalkan serangan balik dengan mengandalkan duet Mehdi Taremi dan Sardar Azmoun di depan.
Amerika Serikat akhirnya memecah kebuntuan pada menit 38 melalui Pulisic yang mencetak skor setelah memaksimalkan umpan sundulan Sergino Dest. Tetapi Pulisic tidak merayakannya karena dia terkapar dan kesakitan akibat berbenturan dengan Alireza.
Jelang babak pertama berakhir, Timothy Weah, memperdaya Alireza dengan sontekannya dan menempatkan bola dengan baik hingga masuk gawang. Tetapi gol Weah dianulir karena sudah berdiri dalam posisi offside.
Babak Kedua
Setelah jeda, Christian Pulisic terpaksa ditarik keluar dan digantikan Brenden Aaronson. Pulisic tidak mampu meneruskan permainan akibat mengalami cedera yang dialaminya akibat berbenturan dengan kiper Iran.
Sedangkan Iran memasukkan penyerang Brentford, Saman Ghoddos, menggantikan Sardar Azmoun, yang sepanjang babak pertama kesulitan menembus pertahanan Amerika Serikat.
Perlahan Iran mulai keluar dari tekanan Amerika Serikat dan lebih bisa mendekati pertahanan The Yanks, meski masih tetap mentok untuk setidaknya menciptakan peluang berbahaya.