Liputan6.com, Jakarta Belgia akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2022 Qatar dengan pertandingan melawan Kanada pada matchday pertama Grup F Piala Dunia di Ahmed bin Ali Stadium, Kamis (24/11/2022).
Pertandingan tersebut akan disiarkan langsung SCTV, Moji, dan dapat pula disaksian melalui siaran streaming Vidio serta pada jaringan televisi satelit NEX Parabola.
Advertisement
Di atas kertas, Belgia lebih diunggulkan dari pada Kanada. Sebagai tim terkuat kedua setelah Brasil di peringkat FIFA, mungkin bukan hal sulit bagi Belgia untuk mengatasi Kanada yang akan melakoni debut Piala Dunia setelah 36 tahun.
Tapi, pelatih Timnas Belgia Roberto Martinez enggan menganggap enteng Kanada. Dia memastikan timnya sangat menghormati Kanada, terutama setelah melihat Argentina yang takluk 2-1 dari Arab Saudi kemarin.
"Kami sangat menghormati apa yang telah dicapai Kanada, karena ketika Anda finis di puncak grup (kualifikasi) di depan tim nasional seperti Amerika Serikat dan Meksiko, itu adalah sesuatu yang substansial, itu bukan kebetulan," kata Martinez jelang pertandingan, dikutip dari The Hindu, Rabu (23/11/2022).
Sisi Martinez yang finis ketiga di Piala Dunia 2018 Rusia akan menghadapi proposisi serupa pada 2018 ketika mereka mengalahkan debutan turnamen Panama 3-0 dalam pertandingan pembukaan mereka. Tapi Martinez menegaskan kewaspadaannya kepada Kanada.
"Mereka terlihat seperti sebuah tim, bukan hanya sekelompok pemain yang berkumpul untuk bermain untuk tim nasional. Itu situasi yang sangat berbahaya, ketika Anda bermain melawan tim yang nothing to lose. Kami melihat itu dengan Panama selama 50 menit, dan kami harus mengimbangi antusiasme itu," tegasnya.
Belgia Sudah Evaluasi
Belgia telah memainkan pertandingan persahabatan pemanasan melawan Mesir pekan lalu di Kuwait, mereka kalah dengan skor 2-1. "Laga persahabatan itu penting bagi kami dan kami menganggap pertandingan itu hampir sebagai sesi latihan yang kompetitif," kata Martinez.
"Saya pikir itu adalah titik awal yang sangat bagus. Ada baiknya kadang-kadang merasa seperti kita belum sampai di sana. Kami harus segera bangkit dan mungkin kekalahan itu akan mempercepat prosesnya," jelasnya.