Penyitaan Obat Terlarang Pertama di Piala Dunia 2022 Qatar, 1.990 Pil Berbahaya Ditemukan

Pertama kali petugas keamanan menemukan ribuan butir pil berbahaya di Bandara Doha dari barang bawaan seorang penumpang yang akan menyaksikan Piala Dunia 2022.

oleh BudimanDiterbitkan 25 November 2022, 07:00 WIB
Warga berkumpul di alun-alun Tahir Baghdad ketika proyeksi logo resmi Piala Dunia FIFA 2022 ditampilkan di depan sebuah gedung di Irak, Selasa (3/9/2019). Logo tersebut ditampilkan di ruang publik di Doha dan kota-kota besar seluruh dunia. (Photo by AHMAD AL-RUBAYE / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Petugas keamanan Piala Dunia 2022 Qatar dilaporkan menemukan sejumlah obat terlarang dan narkoba yang dibawa penumpang pesawat di Bandara Doha. Ini adalah kejadian pertama selama penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar yang baru saja dimulai beberapa hari lalu.

Media Prancis L'Equipe melaporkan telah terjadi penyitaan narkoba di Bandara Doha. Menurut laporan tersebut, petugas bea cukai menyita 1.990 pil Tramadol dan 464g Hashish.

Barang terlarang itu ditemukan dari pemeriksaan barang bawaan seseorang penumpang yang mencurigakan. Seorang pejabat Qatar membenarkan bahwa penumpang yang dihentikan dan ditemukan narkoba di tasnya akan diajukan ke jaksa penuntut umum.

Sesuai saran perjalanan pemerintah Inggris ke negara tersebut, tidak ada toleransi untuk pelanggaran terkait narkoba di Qatar. Hukuman untuk penggunaan, perdagangan, penyelundupan, dan kepemilikan obat-obatan (bahkan dalam jumlah sisa) sangat berat.

“Hukuman dapat mencakup hukuman penjara yang panjang, denda berat dan deportasi,” tulis laporan itu dikutip dari Sport Bible, Selasa (22/11/2022).

Tentunya ini bukan pertanda baik bagi orang yang tertangkap dengan narkoba pada Senin malam. Pengawasan petugas di bandara tentu akan semakin ketat selama pelaksanaan Piala Dunia 2022 di Qatar.

Menjelang Piala Dunia, para penggemar diperingatkan bahwa ada beberapa hal yang tidak dapat mereka bawa ke Qatar. Di antaranya adalah mainan porno dan seks, dan tentu saja obat-obatan.


Fokus ke Sepak Bola

Gelandang Inggris, Jude Bellingham merayakan gol pembuka timnya ke gawang Iran selama pertandingan pertandingan grup B Piala Dunia 2022 Qatar di Stadion Internasional Khalifa di Doha, Qatar, Senin (21/11/2022). Inggris menang telak atas Iran dengan skor 6-2. (AP Photo/Hassan Ammar)

Presiden FIFA Gianni Infantino meyakinkan orang-orang dari segala jenis kelamin, ras atau agama diterima di Qatar. Pria keturunan Italia dan Swiss tersebut juga menegaskan siap menerima kritik apa pun, bukan Qatar, para pemain, atau pelatih.

"Di Piala Dunia lalu saya selalu marah, karena saya harus berurusan dengan pertanyaan tentang doping, yang tidak ada hubungannya dengan saya," kata Infantino.

"Di sini saya harus berurusan dengan topik lain. Jika Anda ingin mengkritik seseorang, jangan mengkritik para pemain, pelatih, biarkan mereka fokus pada sepak bola dan membuat fans mereka bahagia."

"Jika Anda ingin mengkritik seseorang, kritik saya, saya di sini, salibkan saya. Jangan kritik Qatar. Kritik FIFA, kritik saya. Tapi, biarkan orang menikmati Piala Dunia ini," kata Infatino tentang kritik Piala Dunia Qatar 2022.

Lanjut Baca:

Di tengah banyaknya kritik terhadap Qatar, Presiden FIFA Gianni Infantino berharap Piala Dunia 2022 bisa memberikan kegembiraan. "Kami memiliki 32 tim, 33 dengan wasit, kami memiliki kota yang indah yang ingin menyambut dunia. Mari rayakan dan berharap kami dapat memberikan kegembiraan di seluruh dunia," ucapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya