Liputan6.com, Jakarta Juara dunia Prancis mendarat di Qatar pada Kamis (17/11/2022), dan akan berusaha menjadi tim pertama yang mempertahankan Piala Dunia sejak Brasil pada 1962. Les Blues ingin mematahkan kutukan juara bertahan yang selalu mentok di fase grup sejak 2002.
Sepuluh anggota skuad pemenang gelar 2018 kembali, termasuk kapten Hugo Lloris, Kylian Mbappe, dan Antoine Griezmann. Namun juara bertahan, yang tergabung di Grup D dengan Australia, Denmark dan Tunisia, tidak diperkuat pasangan lini tengah pilihan pertama Paul Pogba dan N'Golo Kante.
Advertisement
Tapi pemenang Ballon d'Or Karim Benzema, yang telah melewatkan serangkaian pertandingan untuk Real Madrid musim ini karena cedera, akan tampil untuk pertama kalinya di Piala Dunia sejak 2014.
Sementara itu, striker Eintracht Frankfurt Randal Kolo Muani akan menggantikan Christopher Nkunku dari RB Leipzig di skuat Prancis, kata federasi Prancis (FFF).
Nkunku absen dari turnamen setelah meninggalkan sesi latihan Selasa lebih awal karena cedera lutut kiri. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan Nkunku bentrok dengan rekan setimnya Eduardo Camavinga.
Kolo Muani, 23 tahun, telah membuat 23 penampilan untuk Frankfurt di semua kompetisi musim ini, mencetak delapan gol dan mencatatkan 11 assist. Dia membuat dua penampilan senior pertamanya untuk Prancis dalam pertandingan Nations League bulan September melawan Austria dan Denmark.
"Striker Eintracht Frankfurt, yang saat ini berada di Jepang bersama klubnya, akan bergabung dengan tim Prancis di Doha pada Kamis pagi," kata FFF dalam sebuah pernyataan.
Prancis memulai kampanye mereka melawan Australia pada 22 November di Stadion Al Janoub.
Hindari Isu Politik, Fokus Sepak Bola
Sementara itu, kapten Prancis Hugo Lloris telah mengkonfirmasi bahwa dia tidak akan bergabung dengan kapten tim nasional Eropa lainnya dalam mengenakan ban kapten anti-diskriminasi selama Piala Dunia di Qatar.
"Saya sudah cukup jelas tentang ini dan saya tidak ingin menambahkan apa pun," kata Lloris dalam sebuah wawancara.
Dia mengatakan dia ingin menunjukkan rasa hormat kepada negara tuan rumah Qatar. "Ketika kami menyambut pengunjung asing ke Prancis, kami sering ingin mereka menghormati aturan dan budaya kami. Saya akan melakukan hal yang sama ketika saya pergi ke Qatar," katanya.