CEO Promotor Konser K-Pop We All Are One di Indonesia Dilaporkan Gara-Gara Diduga Bawa Kabur Uang Tiket

PT. Visi Musik Asia, perusahaan yang ditunjuk sebagai vendor konser We All Are One, mendukung penuh pelaporan kepada CEO PT. Coution Live Indonesia Jay Hyun Park.

oleh Surya HadiansyahDiperbarui 19 November 2022, 16:20 WIB
Jay Hyun Park alias Direktur Park, CEO PT. Coution Live Indonesia, promotor utama konser K-Pop We All Are One yang seharusnya digelar pada 11-12 November 2022 namun diundur hingga 2023 dan tak ada kejelasan. (Dok. via Instagram weallareone_official

Liputan6.com, Jakarta Kabar tak menyenangkan baru saja menimpa para pecinta musik K-Pop di Tanah Air. Konser gabungan artis Korea Pop bertema "We All Are One" yang sejatinya digelar di Indonesia pada 11-12 November 2022 lalu, telah diundur menjadi tahun 2023 seperti disampaikan sebelumnya.

Namun berita buruk tak sampai situ saja. Pihak promotor alias penyelenggaranya, PT. Coution Live Indonesia, hingga kini masih belum bersuara terkait pengembalian tiket dari para calon penonton We All Are One yang sudah membelinya namun akhirnya malah mendapati acaranya batal digelar bulan ini.

Alih-alih menantikan tahun depan, sejumlah penggemar malah dibuat resah, hingga akhirnya Direktur PT. Coution Live Indonesia, Jai Hyun Park dilaporkan oleh pihak yang merasa dirugikan. Perwakilan PT. Visi Musik Asia, perusahaan yang ditunjuk dan ditugaskan sebagai vendor oleh Jay Hyun Park, mendukung penuh pelaporan kepada CEO PT. Coution Live Indonesia itu.

Adanya ketidakjelasan atas konser "We All Are One", ditambah PT Visi Musik Asia tak kunjung dibayar hingga melewati batas tanggal perjanjian, membuat mereka juga meminta bantuan Konsultan Hukum Fritz Paris Hutapea untuk menghadapi kasus ini.

 


Alasan Mendukung Pelaporan

Pihak penyelenggara konser kpop gabungan We All Are One in Jakarta merilis pernyataan melalui akun resmi @weallareone_official pada Minggu, (6/11/22) terkait penundaan konser yang mengundang berbagai artis kpop ternama. (Liputan6.com/Qorry Layla Aprianti)

Sebelumnya, PT Visi dibuat menunggu berhari-hari dalam rangka mendapatkan kejelasan soal kesiapan jadwal terbaru yang tidak kunjung diinformasikan. Padahal PT Coution Live Indonesia sempat meminta PT Visi menginfokan bahwa salah satu artis tidak bisa datang pada konser 12 November 2022. Mereka juga meminta PT Visi memproses kebutuhan acara yang diundur untuk bulan Januari 2023.

Mengenai alasan Visi Musik Asia mendukung pelaporan terhadap Direktur PT. Coution Live Indonesia, Jai Hyun Park, menurut Direktur PT Visi Musik Indonesia, Rizky Triadi, mereka tak ingin Park kabur sambil membawa uang penonton yang batal. Mereka juga sempat melakukan mediasi namun selalu alot.

"Karena ada kekhawatiran Park-nya kabur dan tidak menyelesaikan tanggung jawabnya. Sudah (mediasi) tapi digantung terus dan sampai sekarang tidak dibayar sama sekali dan sudah tidak jawab HP lagi," ujar Rizky Triadi dalam keterangannya kepada wartawan, baru-baru ini.

Lanjut Baca:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya