Liputan6.com, Jakarta Cristiano Ronaldo terus membuat sensasi. Bukan di lapangan, tapi di luar lapangan saat kehebatannya mulai memudar di Manchester United.
Pecinta sepak bola dunia terkejut saat Ronaldo menuding Man Utd sudah mengkhianatinya. Menurut Jurnalis ESPN, Mark ogden ini merupakan cara Ronaldo untuk memaksa keluar dari klub.
Advertisement
Ogden menilai, ini cara terakhir yang penuh keputusasaan dari Ronaldo. Meski dia belum juga pasti mendapatkan klub baru.
"Dia bersiap terbang ke Qatar untuk mengikuti Piala Dunia dengan Portugal. Dia sudah melakukan hal terburuk yang bisa memastikan dia tak akan kembali ke Old Traffor dan Liga Inggris saat Piala Dunia selesai," kata Ogden.
"Masalah buat Ronaldo sekarang, agar bisa dapatkan transfer yang diinginkan, dia harus bisa tampil bagus di Qatar. Namun saya harus jujur, penampilannya tidak bagus di beberapa bulan terakhir."
Ogden juga mengungkapkan soal catatan hitam Ronaldo sejak awal musim ini bersama MU. Dia sudah tak lapor untuk pramusim, meninggalkan stadion dua kali sebelum pertandingan berakhir dan teranyar wawancara dengan Piers Morgan yang sudah membuat manajemen Manchester United marah.
Dampak Buruk
Ogden mengaku ingin melihat bagaimana reaksi MU kali ini. Ronaldo sudah berulang kali melakukan kesalahan, tapi bisa kembali berdamai dengan klub.
Namun, dia juga menyoroti dampak yang diberikan Ronaldo saat main di lapangan. Dari 5 kekalahan MU, 3 diantaranya saat Ronaldo main.
"Fakta yang muncul sulit ditutup-tutupi. Ronaldo sudah tak lagi memiliki pengaruh di lapangan dan saat dia main, MU menuai hasil buruk," katanya.
Kesempatan Terakhir
Ogden mengatakan, Piala Dunia bakal menjadi panggung terakhir bagi Ronaldo untuk membuktikan diri. Ronaldo harus berjaya kalau ingin dipandang bagus dan laku dijual.
Saat ini, tak ada klub yang mau membayar gaji Ronaldo yang begitu besar. Selain itu, Ronaldo juga berpeluang untuk membuat sebuah klub jadi terpecah.
"Ronaldo punya kesempatan untuk membungkam kritik, membuktikan kalau banyak orang yang salah dan membuat MU dan Ten Hag sesalkan cara mereka memperlakukannya," katanya.