Kuat Ma'ruf Masuk dalam Grup WA Anak Buah Sambo

Mantan ajudan Ferdy Sambo, Daden Miftahul Haq mengatakan ada grup Whatsapp yang berisi ajudan dan ART Ferdy Sambo.

oleh Liputan6.comDiperbarui 09 November 2022, 14:46 WIB
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kuat Mar'uf bersiap menjalani sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2022). Hakim memerintahkan jaksa menghadirkan 12 saksi yang terdiri dari orangtua, adik, anggota keluarga, dan Kekasih Brigadir Yosua Hutabarat. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Mantan ajudan Ferdy Sambo, Daden Miftahul Haq mengatakan ada grup Whatsapp yang berisi ajudan dan ART Ferdy Sambo. Nama grup untuk komunikasi tersebut adalah 'Anak Buah Sambo atau ABS'.

Dalam grup tersebut, ada terdakwa Kuat Ma'ruf yang merupakan ART Ferdy Sambo. Hal ini terungkapn ketika majelis hakim bertanya apakah Kuat Ma'ruf bergabung ke grup WhatsApp khusus ajudan Ferdy Sambo atau tidak.

"Ini kan ada grup WA yang isinya ajudan semua, Pak Kuat ada di grup WA itu?" tanya hakim saat sidang perkara pembunuhan berencana Brigadir J atas terdakwa Ricky Rizal alias Bripka RR dan Kuat Ma'ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Rabu (9/11/2022).

"Siap, mohon izin ada grup WA, seingat saya ada grup keluarga, ada grup untuk semua, grup kecuali asisten itu ABS dan grup khusus ADC," balas Daden.

"Yang ada Pak Kuat itu grup WA mana?" tanya hakim.

"Kalau tidak salah, ABS," timpal Daden.

Mendengar jawaban itu, Majelis Hakim lantas bertanya apa kepanjangan dari grup Whatsapp ABS yang mana diambil dari singkatan 'Anak Buah Sambo'.

"Anak Buah Sambo," ucap Daden.

Lebih lanjut, Daden mengaku tidak terlalu mengikuti komunikasi yang ada di grup tersebut. Karena, untuk komunikasi kegiatan bisa dengan langsung ke Ferdy Sambo.

"Ada komunikasi penting dari grup WA itu yang penting?" tanya hakim.

'Saya tidak perhatikan," jawab Daden.

"Tapi komunikasi masih ada di grup WA itu?" tanya kembali hakim.

"Saya tidak perhatikan juga," tambah Daden.

"Kalau komunikasi ke bapak harus lewat Daden apa bisa sendiri?," cecar hakim.

"Bisa sendiri menyampaikan kegiatan. (kegiatan) Langsung ke bapak," jelas Daden.

 

Keterangan Soal Grup WA ABS

Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ferdy Sambo mencium istrinya yang juga terdakwa dalam kasus tersebut Putri Candrawathi saat akan menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022). Saksi yang akan diperiksa dalam sidang pekan keempat ini terdiri dari asisten rumah tangga (ART), ajudan, hingga saudara Ferdy Sambo. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, Asisten Rumah Tangga (ART) Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi bernama Diryanto alias Kodir mengaku memiliki grup WhatsApp sebagai wadah komunikasi antara para ajudan dan ART. Nama Grupnya adalah ABS.

Hal itu diungkapkan Kodir saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di PN Jaksel, Selasa 8 November 2022.

Jaksa melemparkan pertanyaan seputar grup WhatsApp yang dimiliki Ajudan dan ART. "Ada tidak dibuatkan grup di WA untuk ART dan ADC (ajudan) Ferdy Sambo?" tanya Jaksa.

"Ada pak," ujar Kodir.

"Yang buatkan siapa?" tanya lagi jaksa.

"Saya lupa," kata Kodir.

Kodir mengaku kurang memahami admin maupun pembuat grup WhatsApp. Nama grup dibeberkan ABS.

"Yang masuk itu siapa? Nama grup WhatsApp?" tanya lagi jaksa.

"Kalau tidak salah ABS," jawab Kodir.

Susi Tidak Masuk Grup WA ABS

Susi menghampiri terdakwa Ferdy Sambo sebelum menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di PN Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022). Susi merupakan salah satu dari 13 saksi yang dihadirkan untuk terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pertanyaan yang sama juga diajukan kepada Susi, Asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo. Namun, Susi menjawab tak masuk ke dalam grup tersebut.

"Saksi Susi tahu adminnya grup WA?" tanya jaksa kepada Susi.

"Gak masuk ke grup," jawab Susi pelan.

Jaksa juga mengkonfirmasi grup kepada saksi lain yakni Damianus Laba Kobam alias Damson. Dia membenarkan, Susi tidak dimasukkan ke dalam grup.

Sementara itu, Kodir menimpali bahwa grup WhatsApp berisikan ajudan pria.

"Damson tahu tidak, Susi masuk grup tidak?" tanya jaksa kepada Damson.

"Bi Susi tidak ada," ujar Damson.

"Hanya yang laki-laki saja," timpal Kodir.

Namun, Damson mengatakan, grup ABS kini tidak aktif lagi.

"Grup masih aktif tidak?" tanya jaksa.

"Sudah tidak aktif," jawab Damson.

Jaksa lantas bertanya kepanjangan dari ABS.

"ABS itu kepanjangannya apa?" tanya lagi jaksa.

"Anak Buah Sambo," ujar Damson disambut tawa.

 

 

Reporter:Bachtiarudin Alam

Sumber: Merdeka.com

Infografis Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya