Harga Emas Dunia Hari Ini Naik Lagi, Bertengger di Level Psikologis USD 1.650

Harga emas memperpanjang kenaikan untuk hari kedua berturut-turut dan kembali bertengger di level psikologis USD 1.650

oleh Maulandy Rizki Bayu KencanaDiterbitkan 03 November 2022, 08:00 WIB
Penampakan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta, Jumat (5/10). Pada perdagangan Kamis 4 Oktober 2018, harga emas Antam berada di posisi Rp 665 ribu per gram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Harga emas naik tipis pada akhir perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta), memperpanjang kenaikan untuk hari kedua berturut-turut dan kembali bertengger di level psikologis USD 1.650 ketika investor menunggu rilis pengumuman kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

Dikutip dari Antara, Kamis (3/11/2022), Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, merangkak naik 0,3 dolar AS atau atau 0,02 persen, menjadi ditutup pada USD 1.650,00 per ounce, setelah diperdagangkan di kisaran tertinggi USD 1.666,00 dan terendah di USD 1.648,60.

Emas berjangka terdongkrak USD 9,0 atau 0,55 persen menjadi USD 1.649,70 pada Selasa (1/11/2022), setelah tergelincir USD 4,10 atau 0,25 persen menjadi USD 1.640,70 pada Senin (31/10/2022), dan anjlok USD 20,80 atau 1,25 persen menjadi USD 1.644,80 pada Jumat (28/10/2022).

Tak lama setelah lantai perdagangan ditutup, Federal Reserve menyimpulkan pertemuan kebijakan moneternya dan memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin ke kisaran 3,75 hingga 4,00 persen.

Ini adalah kenaikan suku bunga keenam oleh Federal Reserve pada tahun 2022 dan kenaikan 0,75 poin persentase keempat berturut-turut.

"Dalam menentukan laju kenaikan di waktu mendatang dalam kisaran target (suku bunga), Komite akan mempertimbangkan pengetatan kumulatif kebijakan moneter, kelambatan yang mempengaruhi kebijakan moneter terhadap kegiatan ekonomi dan inflasi, serta perkembangan ekonomi dan keuangan," pernyataan FOMC menyatakan, menandakan bahwa lebih banyak kenaikan mungkin terjadi, meskipun mungkin dalam peningkatan yang lebih kecil.

 

Pernyataan FOMC

Harga jual emas batangan Antam ukuran satu gram dibanderol di harga Rp 599.000 per gram, Jakarta, Senin (10/10). Jumlah itu tidak mengalami perubahan dari harga perdagangan akhir pekan kemarin, yakni Rp 599.000 per gram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga emas memperpanjang kenaikan dalam perdagangan elektronik menyusul pernyataan FOMC.

Sementara itu, Automated Data Processing Inc. (ADP) melaporkan pada Rabu (2/11/2022) bahwa pengusaha-pengusaha AS menambahkan 239.000 pekerjaan pada Oktober, jauh di atas perkiraan menahan kenaikan emas lebih lanjut.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 7,3 sen atau 0,37 persen, menjadi ditutup pada 19,594 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 0,4 dolar AS atau 0,04 persen, menjadi ditutup pada 950,90 dolar AS per ounce.

Harga Emas Melesat 1 Persen Usai Imbal Hasil Obligasi AS Tergelincir

Petugas menunjukkan sampel logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, (23/7/2020). Usai cetak rekor ke posisi termahalnya di Rp 982 ribu, harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Emas Antam) kembali turun Rp 5.000 menjadi Rp 977 ribu per gram pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kemarin, harga emas naik lebih dari 1 persen pada hari Selasa karena dolar AS dan imbal hasil obligasi tergelincir dari sesi tertinggi. Kini investor fokus beralih ke pengumuman utama Federal Reserve untuk isyarat apakah akan mengurangi atau mempertahankan sikap agresifnya pada kenaikan suku bunga.

Dikutip dari CNBC, Rabu (2/11/2022), harga emas di pasar spot naik 0,8 persen menjadi USD 1.646,78 per ounce, naik ke level USD 1.696,94 di awal sesi. Emas berjangka AS ditutup naik 0,6 persen pada USD 1,649,80.

"Emas berada dalam posisi di mana ia mempertahankan sebagian besar kenaikan hari ini menuju FOMC (pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal)," kata Edward Moya, analis senior OANDA.

"Pasar tenaga kerja akan mereda, itu tidak terjadi secepat yang dipikirkan orang dan itu akan menjaga jalur The Fed untuk memperlambat kenaikan suku bunga - mungkin tidak pada bulan Desember, tetapi mungkin akan terjadi pada pertemuan Februari itu," tambahnya.

Indeks dolar AS melemah dari puncaknya satu minggu.

Benchmark imbal hasil Treasury 10-tahun juga tergelincir pada spekulasi bahwa Fed mungkin menandakan langkah pengetatan kebijakan yang lebih lambat minggu ini, bahkan karena diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin lagi.

Emas Sensitif Terhadap Kenaikan Suku Bunga

Petugas menunjukkan sampel logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, (23/7/2020). Usai cetak rekor ke posisi termahalnya di Rp 982 ribu, harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Emas Antam) kembali turun Rp 5.000 menjadi Rp 977 ribu per gram pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga karena meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Harga telah turun sekitar 21 persen sejak naik melewati level $2.000 per ons di bulan Maret, karena kenaikan suku bunga yang cepat dari The Fed.

"Kami terus percaya bahwa emas pada akhirnya akan menembus di bawah level $1.600 per ounce, tapi saya pikir untuk saat ini mungkin ada sedikit resistensi di sekitar USD 1.675- USD 1.680," kata Bart Melek, kepala strategi pasar komoditas di TD Securities.

Sementara itu, perak spot naik 2,4 persen menjadi USD 19,56 per ounce, setelah mencapai puncaknya dalam tiga minggu. 

Infografis Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Bakal Terjun Bebas. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya