Ahn Jung-hwan dan Nasionalisme 'Kekanak-Kanakan' Italia di Piala Dunia 2002

Gol Ahn Jung-hwan membuat Italia tersingkir dan melupakan mimpinya tampil di semifinal Piala Dunia 2002, Perugia pun memecat Jung-hwan

oleh Yo KavyaDiterbitkan 27 Oktober 2022, 20:30 WIB
Ahn Jung-hwan merupakan pemain asal Korea Selatan yang pernah bermain di Serie A bersama Perugia pada 2000. (AFP/Pornchai Kittiwongsakul)

Liputan6.com, Jakarta

Piala Dunia 2002 jadi panggung megah bagi timnas Korea Selatan. Untuk kali pertama, Pejuang Taeguk berhasil menembus babak semifinal turnamen sepak bola empat tahunan yang paling akbar di dunia.

Namun untuk melangkah sejauh itu, Korsel harus menyingkirkan salah satu kiblat sepak bola dunia, Italia. Negara berbentuk sepatu menendang bola itu masuk kotak setelah kalah di babak 16 besar. Cerita yang akhirnya memunculkan sosok antagonis bagi publik Negeri Pizza, yakni Ahn Jung-hwan.

Pemain tersebut menjadi penentu kemenangan Korsel atas Italia. Tandukannya di babak perpanjangan waktu mengubah kedudukan menjadi 2-1 yang sekaligus menyegel tiket kepulangan Gli Azzurri.Gol itu juga mengubah nasib Ahnn Jung-hwan from zero to hero. Sebab sebelumnya, Jung-hwan sempat gagal mencetak gol dari titik penalti setelah ditepis oleh kiper Italia, Ganluigi Buffon.

Italia pun tampaknya akan melenggang ke perempat final berkat gol Christian Vieri di menit ke-18. Beruntung dua menit jelang laga berakhir, Korsel menyamakan kedudukan lewat Seol Ki-hyeon.

Pertandingan lalu dilanjutkan ke masa perpanjangan waktu. Di masa perpanjangan waktu, Jung-hwan mencetak gol penentu kemenangan melalui sundulan sekaligus membuat Italia masuk kotak.

Gol ke gawang Italia membuat nama Ahn Jung-hwan semerbak di negaranya. Namun bagi publik Italia, sosok Jung-hwan adalah penghinaan. Mereka kesal, karena Jung-hwan selama ini 'cari makan' di negaranya. Ya saat itu, Jung-hwan memang tercatat sebagai pemain Perugia yang tampil di Serie A.

Jung-hwan membela Perugia di Serie A pada 2000-2002 sebagai pemain pinjaman. Dia menunjukkan penampilan bagus, meski harus menghadapi para pemain Eropa yang secara fisik lebih kuat.

Ia juga membuat Perugia kaya dengan uang dari turis Korea Selatan. Sebab kala itu, Jung-hwan jadi pemain pertama asal Negeri Ginseng yang merasakan kerasnya persaingan Serie A.

Lanjut Baca:

Pendek kata, penampilan Jung-hwan, baik di dalam negeri maupun luar negeri, mendapatkan perhatian besar masyarakat Korea Selatan. Bahkan mereka menjuluki pemain haus gol ini "Lord of Ring" karena selalu melakukan selebrasi usai menceploskan bola ke jala lawan dengan cara mencium cincin yang ada di jemarinya sebagai penghormatan kepada istrinya, bekas Ratu Kecantikan Korea, Lee Hye-won.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya