Resep Jitu Shin Tae-yong Kubur Jerman di Piala Dunia 2018

Sejak Brasil mempertahankan Piala Dunia pada edisi 1962, belum pernah ada lagi juara bertahan yang mampu mempertahankannya.

oleh Mohamad TaufikDiperbarui 27 Oktober 2022, 05:12 WIB
Berikut ini gaya Shin Tae-yong saat melatih Korea Selatan di Piala Dunia 2018.

Liputan6.com, Jakarta Publik menantikan seperti apa nasib juara bertahan Prancis di Piala Dunia 2022 Qatar yang akan berlangsung kurang dari satu bulan lagi, mulai 20 November 2022 sampai 18 Desember 2022.

Prancis hadir di Piala Dunia 2022 dengan kekhawatiran karena kehilangan sejumlah pemain pilar yang membantu mereka memenangkan trofi di Piala Dunia 2018. Paul Pogba dan N'Golo Kante dipastikan absen di Piala Dunia 2022, sementara beberapa pemain lain juga terancam bernasib sama, seperti Raphael Varane.

Hal lain yang menimbulkan ketakutan untuk publik sepak bola Prancis adalah pengalaman buruk juara bertahan dalam dua penyelenggaraan Piala Dunia terakhir, yang selalu tersingkir di penyisihan grup.

Prancis sendiri memiliki pengalaman buruk teringkir di babak awal sebagai juara bertahan pada Piala Dunia 2002, setelah kalah 0-1 dari Senegal dan Denmark 0-2 serta hanya bermain imbang tanpa gol lawan Uruguay.

Hasil tersebut menjadikan Prancis sebagai juara bertahan terburuk sepanjang sejarah Piala Dunia, karena tak mampu meraih kemenangan, juga tak bisa mencetak gol selama turnamen digelar di Jepang dan Korea Selatan.

Dalam dua Piala Dunia terakhir, Spanyol dan Jerman harus angkat koper dari turnamen lebih awal dari yang diperkirakan.

Spanyol tersingkir setelah dihancurkan Belanda 1-5 yang membawa dendam dari final Piala Dunia 2010 dan Chili. Kemenangan atas Australia di laga terakhir tak berarti apa-apa selain hanya sekadar hiburan.

Lalu Jerman, di Piala Dunia 2018 yang pertama kali merasakan pahitnya tersingkir di awal turnamen. Jerman tak berdaya di laga pertama setelah takluk 0-1 dari Meksiko, dan sempat memiliki harapan besar dengan mengandaskan Swedia di laga kedua.

Tetapi bencana dialami Jerman dalam laga ketiga yang harusnya di atas kertas bisa mereka menangkan melawan Korea Selatan yang sudah 99 persen tersingkir dari turnamen sejak kalah dari Meksiko 1-2 di laga kedua.

Lanjut Baca:

Sepasang gol telat dari Kim Young-gwon dan penyerang Tottenham Hotspur, Son Heung-min, dikombinasikan dengan penampilan luar biasa dari kiper Jo Hyeon-woo membantu Korea Selatan menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah turnamen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya