Pele dan Promosi Paling Cerdas di Piala Dunia 1970

Pele jadi pujaan di Piala Dunia 1970, dan apparel olahraga Puma memanfaatkan dengan promosi yang tak terduga, bahkan disebut sebagai paling cerdas selama ini.

oleh Yo KavyaDiterbitkan 26 Oktober 2022, 21:00 WIB
Pele (tengah) bersama Tostao (kiri) dan Jairzinho (kanan) menjadi andalan Brasil pada Piala Dunia 1970. (dok. Sportskeeda)

Liputan6.com, Jakarta Piala Dunia 1970 di Meksiko menjadi tonggak sejarah baru bagi turnamen empat tahunan yang paling bergengsi itu. Di situ ada sosok yang sangat penting dan dinantikan penampilannya yakni Pele.

Di awal turnamen Piala Dunia 1970, FIFA selaku penyelenggara sempat mendapatkan kritik lantaran lokasi laga dianggap tidak bersahabat dengan tim-tim asal Eropa karena digelar dataran tinggi.

Selain itu, pertandingan-pertandingan tersebut juga digelar pada siang hari. Langkah ini diambil FIFA untuk menyesuaikan dengan jam tayang siaran langsung Piala Dunia 1970 di Eropa.

Namun, berbagai kritikan tersebut seakan berlalu begitu saja. Malahan, Piala Dunia 1970 diklaim sebagai salah satu penyelenggara Piala Dunia paling sukses sepanjang sejarah perhelatan Piala Dunia.

Dari segi kualitas permainan, para kontestan menunjukkan permainan atraktif dan menyerang. Pun dengan torehan jumlah penonton Piala Dunia lewat siaran televisi.

Dilansir dari laman resmi FIFA, setidaknya 10 juta orang dari berbagai belahan dunia menikmati dan menonton siaran langsung laga-laga di Piala Dunia 1970.

Brazil saat itu berada dalam puncak ketenaran, dan berambisi merengkuh Piala Dunia untuk ketiga kalinya. Harapan yang disandang di pundak Pele, sang mega bintang yang dipuja-puja.

Mimpi itu jadi kenyataan, Brasil menekuk Italia dalam partai final 4-1. Italia dibuat Roberto Boninsegna.

Pele menjadi pemain Brasil yang paling banyak meraih Piala Dunia. Sedangkan rekan setimnya, Jairzinho menjadi pemain yang selalu mencetak gol di setiap laga Piala Dunia 1970.

Namun kala itu gelar top skor diraih oleh pemain Jerman Barat, Gerd 'der bomber' Mueller dengan mengoleksi 10 gol.


Paling Berpengaruh

Piala Dunia 1970 (AFP/Staf)

Sejarah membuktikan, Pele secara luas dianggap sebagai pemain sepakbola terbesar sepanjang masa. Dia selalu dipuja di negara asalnya, Brasil. Dia juga menjadi idola bagi banyak penggemar sepakbola di seluruh dunia.

Bahkan, majalah TIME sempat memasukkan nama Pele dalam daftar 100 orang paling berpengaruh pada abad 20.

Selain itu, untuk pertama kalinya semua pertandingan disiarkan secara langsung lewat televisi dengan format berwarna. Siaran yang memberi permainan ini kejernihan dan intensitas baru bagi 32 pertandingan.

Lanjut Baca:

Memang siaran langsung yang pertama kalinya dilakukan pada itu Dunia 1966, namun dalam format hitam putih. Itu pun hanya pada pertandingan-pertandingan penting. Tidak hanya dalam aspek teknologi penyiaran, warisan terbesar Piala Dunia 1970 adalah penggunaan kartu berwarna merah dan kuning oleh wasit dalam suatu pertandingan. Piala Dunia 1970 menjadi turnamen pertama yang mengadopsi sistem ini. Maka dengan itu FIFA memperkenalkan sebuah istilah Fair Play. Peru keluar sebagai penerima penghargaan fair play untuk pertama kalinya. Apabila pemain terkena kartu merah, maka dia harus keluar dari permainan. Sementara jika terkena kartu kuning, maka pemain tersebut harus berhati-hati. Sistem penandaan ini hampir sama dengan yang ada di lalu lintas. Sistem ini pun masih terus digunakan dalam sebuah pertandingan sepakbola sampai sekarang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya